Konten dari Pengguna

Perkembangan Anak Kucing: Newborn hingga Usia 1 Tahun

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak kucing. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kucing. Foto: Shutterstock

Sama seperti bayi manusia, bayi kucing juga punya tonggak perkembangan dalam rentang usia tertentu. Saat baru lahir, anak kucing masih tidak berdaya, buta, dan ukurannya mungkin cuma setelapak tangan Anda.

Kemudian, mereka akan berkembang sangat pesat hingga usia 1 tahun sebelum akhirnya menjadi sebagai kucing dewasa. Sebagai pedoman untuk adopter, simak tahapan perkembangan anak kucing yang dirangkum dari laman PetMD dan Brown Vet Hospital berikut ini.

Daftar isi

Perkembangan Anak Kucing: Baru Lahir

Kucing peliharaan anak di rumah. Foto: Evgeny Hmur/Shutterstock

Anak kucing yang baru lahir akan memiliki mata yang tertutup dan telinga terlipat. Mereka tidak memiliki gigi, belum punya refleks muntah, dan kemampuan untuk mengatur suhu tubuh.

Kucing yang baru lahir hanya akan tidur sepanjang hari dan bergantung pada induknya. Jika tidak ada induknya, anak kucing harus diberi susu formula khusus setiap dua jam.

Perkembangan Anak Kucing: Usia 1-3 Minggu

Pada usia ini, mata dan telinga anak kucing sudah terbuka. Penglihatan dan pendengaran mereka juga mulai berfungsi dengan baik.

Selain itu, koordinasi tubuh anak kucing juga semakin bagus. Terbukti dari kemampuannya mengangkat kepala dan bergerak meskipun langkahnya masih goyah.

Anak kucing di usia ini harus terus bersama induknya agar mendapatkan ASI. Jika tidak ada induk, mereka harus diberi susu formula setiap tiga hingga empat jam.

Perkembangan Anak Kucing: Usia 4-5 Minggu

Pada tahap ini, anak kucing lebih banyak bermain dan menjelajahi lingkungannya. Mereka sudah lebih mandiri atau tidak terlalu bergantung pada induknya. Selain itu, juga sudah lebih responsif terhadap manusia.

Anak kucing bisa diperkenalkan dengan makanan kucing pada minggu ke-5, tapi biarkan tetap menyusu pada induknya, atau berikan susu formula setiap lima jam.

Mereka juga sudah bisa dimandikan ketika menginjak usia 5 pekan. Selengkapnya, Anda bisa simak tips memandikan anak kucing dengan aman dalam artikel ini.

Perkembangan Anak Kucing: Usia 6-8 Minggu

Kemampuan koordinasi tubuh anak kucing semakin sempurna pada tahap ini. Mereka juga sangat suka bermain dengan saudaranya atau manusia.

Memasuki minggu ketujuh, anak kucing biasanya mulai melakukan lompatan kecil dan memanjat benda. Dan di minggu kedelapan, mereka sudah bisa berlari, melompat tinggi, dan memanjat dengan percaya diri.

Baca Juga: Cara Menyapih Anak Kucing dari Induknya dengan Aman dan Tepat

Perkembangan Anak Kucing: Usia 9-12 Minggu

Ilustrasi kucing. Foto: Shutter Stock

Selama tahap ini, anak kucing masih sangat energik dan suka bermain. Di samping itu, mereka juga mulai memahami tubuhnya sendiri sehingga lebih mandiri.

Secara mental, kucing di usia ini memang belum berperilaku seperti kucing dewasa, tapi sudah mulai bisa mencari makan sendiri, pandai buang air di tempat yang tersedia, serta bisa grooming alias merawat diri.

Perkembangan Anak Kucing: Usia 3-6 Bulan

Usia antara 3 dan 6 bulan merupakan fase terakhir kucing sebagai anak-anak. Selama tahap ini, mereka masih tetap penasaran, suka bermain, dan menjelajahi lingkungannya.

Namun, energinya tidak lagi meledak-ledak seperti saat masih kecil. Perilakunya perlahan-lahan mulai menjadi seperti kucing dewasa.

Perkembangan Anak Kucing: Usia 6 Bulan hingga 1 Tahun

Menjelang usia satu tahun, kucing sudah bisa dianggap dewasa. Energinya tidak terlalu besar lagi meskipun masih suka bermain-main.

Mereka sudah matang secara fisik dan emosional. Makanya, biasanya adopter mulai mensterilkan kucing peliharaannya pada fase ini.

Baca Juga: Cara agar Anak Kucing Cepat Gemuk dan Tetap sehat