Konten dari Pengguna

Mengapa Aroma Tanah Basah Terasa Lebih Kuat Setelah Hujan?

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
9 Januari 2026 15:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi aroma tanah basah setelah hujan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aroma tanah basah setelah hujan. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Aroma tanah basah setelah hujan dikenal dengan istilah petrichor. Bau khas ini kerap terasa lebih kuat saat hujan turun, terutama setelah musim kemarau yang panjang. Aroma tersebut muncul akibat proses ilmiah yang melibatkan mikroorganisme tanah, senyawa kimia alami, serta interaksi air hujan dengan permukaan tanah. Untuk memahami faktor-faktor yang membuat aroma tanah basah terasa lebih kuat setelah hujan, simak ulasan berikut ini.
ADVERTISEMENT

1. Peran Bakteri dalam Menghasilkan Senyawa Geosmin

Salah satu penyebab utama aroma tanah basah adalah bakteri tanah bernama Actinomycetes. Bakteri ini hidup subur di tanah kering dan menghasilkan senyawa bernama geosmin. Saat hujan turun, tetesan air membantu melepaskan geosmin dari tanah ke udara. Senyawa inilah yang menimbulkan aroma khas seperti tanah basah.
Menurut laman Popular Science, hidung manusia sangat sensitif terhadap bau geosmin, bahkan dalam konsentrasi yang sangat kecil. Sensitivitas ini membuat aroma tanah basah terasa lebih kuat bagi indera penciuman manusia.

2. Interaksi Air dengan Minyak Alami Tanaman

Selain bakteri tanah, tumbuhan juga berperan dalam menciptakan aroma setelah hujan. Mengacu pada penjelasan dari laman HowStuffWorks, selama periode kering tanaman mengeluarkan minyak alami yang tersimpan di permukaan tanah dan bebatuan. Ketika hujan turun, air bereaksi dengan minyak tersebut dan melepaskan senyawa aromatik khas yang turut memperkuat aroma tanah basah.
ADVERTISEMENT

3. Pengaruh Ozon di Atmosfer

Aroma setelah hujan juga dapat dipengaruhi oleh keberadaan ozon di atmosfer. Berdasarkan uraian dari American Chemical Society, saat terjadi petir, muatan listrik memecah molekul oksigen dan nitrogen di udara hingga membentuk ozon. Senyawa ini kemudian terbawa turun bersama tetesan hujan. Ketika bercampur dengan petrichor, ozon memberikan sentuhan aroma yang lebih segar.

4. Tingkat Kelembapan dalam Tanah

Kelembapan tanah turut berperan besar dalam terbentuknya aroma setelah hujan. Menurut penjelasan dari Met Office, meningkatnya kelembapan sebelum hujan membuat pori-pori tanah dan batuan terisi air sehingga sebagian minyak alami terdorong ke permukaan. Saat tetesan hujan mengenai tanah, terbentuk gelembung udara kecil yang pecah dan melontarkan aerosol ke atmosfer. Proses ini membantu menyebarkan geosmin dan senyawa aromatik lainnya ke udara sekitar.
ADVERTISEMENT

5. Intensitas dan Durasi Hujan

Aroma tanah basah biasanya lebih kuat saat hujan ringan yang turun setelah musim kemarau panjang. Pada kondisi ini, senyawa aromatik yang menumpuk di tanah dilepaskan sekaligus ke udara. Sebaliknya, hujan deras yang berlangsung lama cenderung membuat aroma tanah basah tidak terlalu tercium kuat.
(SA)