Mengapa Bintang Bersinar di Langit? Ini Penjelasan Lengkapnya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bintang merupakan bola gas raksasa yang sangat panas dan memancarkan cahayanya sendiri. Itulah sebabnya bintang tampak paling terang di langit malam. Lalu, mengapa bintang bisa bersinar? Cahaya dari bintang ini berasal dari proses fusi nuklir yang terjadi di dalam intinya. Untuk mengetahui lebih jelas, mari simak penjelasan lengkap tentang bagaimana bintang terbentuk pada uraian di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Material Pembentukan Bintang
Menurut laman Online Star Register, bintang sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium. Gas-gas ini disatukan oleh gaya gravitasi yang sangat besar, sehingga membentuk bola plasma panas yang bercahaya. Hidrogen menjadi bahan bakar utama dalam proses fusi bintang, sementara helium merupakan hasil reaksinya. Seiring waktu, bintang juga membentuk unsur yang lebih berat seperti besi, silikon, dan magnesium di dalam intinya.
2. Penyebab Bintang Bersinar
Cahaya bintang berasal dari reaksi fusi nuklir di intinya. Menurut American Museum of Natural History, suhu dan tekanan di pusat bintang sangat tinggi hingga membuat atom-atom hidrogen saling bertumbukan menjadi helium. Ketika hidrogen mulai habis, reaksi ini menghasilkan energi besar yang memancar keluar sebagai panas dan cahaya. Inilah yang disebut sebagai fusi nuklir.
Energi tersebut merambat ke permukaan dan terpancar ke luar angkasa, sehingga membuat bintang tampak bersinar. Bintang dapat hadir dalam berbagai ukuran dan warna.
3. Penyebab Bintang Berkelap-kelip
Kelap-kelip bintang disebut juga dengan istilah sintilasi bintang. Hal ini bukan disebabkan karena bintangnya berubah, melainkan akibat atmosfer Bumi. Saat cahaya bintang melewati lapisan udara yang berbeda suhu dan kerapatannya, arah cahayanya sedikit membelok. Itulah yang membuat bintang tampak berkelap-kelip jika dilihat dari permukaan bumi. Dari luar angkasa, bintang sebenarnya bersinar stabil tanpa kedipan.
4. Siklus Hidup Bintang
Menurut NASA Science, bintang memiliki perjalanan hidup yang panjang, mulai dari lahir hingga mati:
Fase kelahiran: Bintang terbentuk dari awan gas dan debu yang disebut nebula. Gaya gravitasi menarik material tersebut hingga menggumpal. Jika gumpalan itu cukup besar dan padat, terbentuklah protobintang sebagai cikal bakal bintang baru
Fase stabil: Saat protobintang bertambah massa, suhu dan tekanannya meningkat hingga memicu fusi nuklir di inti. Pada tahap ini, bintang memasuki fase deret utama, di mana ia membakar hidrogen menjadi helium dan bersinar stabil.
Fase kematian: Ketika bahan bakar habis, nasib bintang bergantung pada massanya. Bintang kecil akan mengembang menjadi raksasa merah, lalu menyusut menjadi katai putih. Sedangkan bintang besar akan meledak dalam peristiwa supernova, dan sisa intinya dapat menjadi bintang neutron atau lubang hitam.
Baca Juga: 10 Bintang Terbesar di Alam Semesta dan Ciri Khasnya
(SA)
