Mengapa Candi Muaro Jambi Disebut Kompleks Candi Terbesar di Asia Tenggara?

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi Muaro Jambi dinobatkan sebagai kompleks percandian terbesar di Asia Tenggara. Kawasan candi bercorak Hindu–Buddha ini diduga kuat merupakan peninggalan penting dari Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu yang pernah berjaya di Sumatra. Lantas, mengapa Candi Muaro Jambi disebut kompleks candi terbesar di Asia Tenggara? Untuk memahami alasan lengkapnya, simak pembahasan seputar Candi Muaro Jambi berikut ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Lingkup Kawasan yang Sangat Luas
Mengutip laman Pemerintah Provinsi Jambi, kompleks Candi Muaro Jambi membentang dengan luas mencapai 3.981 hektare. Kawasan ini memiliki total area 12 km persegi dengan panjang lebih dari 7 kilometer. Jika dibandingkan dengan Candi Borobudur, luasnya mencapai delapan kali lipat. Dengan kawasan yang sangat besar inilah, menjadikan Muaro Jambi sebagai kompleks percandian terluas yang pernah ditemukan di Asia Tenggara.
2. Jumlah Bangunan dan Struktur yang Sangat Banyak
Dalam buku Pengembangan Wisata Kawasan Candi Muaro Jambi karya Dahmiri dkk., dijelaskan bahwa situs ini diperkirakan memiliki sekitar 110 candi, sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum digali atau dipugar. Beberapa bangunan menunjukkan pengaruh Hindu, tetapi candi-candi yang telah dipugar didominasi oleh corak Buddhisme. Candi-candi yang sudah dipugar antara lain:
Candi Koto Mahligai
Candi Kedaton
Candi Gedong Satu
Candi Gedong Dua
Candi Gumpung Tinggi
Candi Telago Rajo
Candi Kembar Batu
Candi Astano
3. Areanya Tidak Hanya Berisi Candi
Selain bangunan candi, ditemukan pula keberadaan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penampungan air, gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno, artefak, umpak batu, hingga lesung batu. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan Muaro Jambi menjadi pusat pertemuan berbagai budaya pada masa lalu.
Di kompleks tersebut juga ditemukan adanya bukit-bukit kecil buatan manusia yang oleh masyarakat setempat disebut Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak.
4. Sejarah Candi Muaro Jambi
Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, tepat di tepi Sungai Batanghari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Menurut buku Candi Muaro Jambi karya Akhmad Sadad, situs ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C. Crooke, saat melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer.
Pemugaran besar-besaran baru dimulai pada 1975 di bawah pimpinan R. Soekmono. Berdasarkan analisis aksara Jawa Kuno pada lempeng-lempeng yang ditemukan, pakar epigrafi Boechari menyimpulkan bahwa situs ini berasal dari rentang abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi. Candi Muaro Jambi berhasil didaftarkan dan masuk Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2009 lalu.
Baca Juga: Asal Usul Candi Muara Takus di Riau, Keunikan, dan Fungsinya
(SA)
