Mengapa Matahari Bersinar? Intip Rahasia di Balik Cahaya yang Menerangi Bumi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap hari kita melihat matahari bersinar terang di langit, memancarkan cahaya dan panas yang begitu penting bagi kehidupan di Bumi. Matahari adalah bintang terdekat dengan planet kita, berjarak sekitar 150 juta kilometer, namun cahayanya yang luar biasa terang mampu menerangi seluruh tata surya. Lantas, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa matahari bersinar begitu terang dan tidak pernah padam selama miliaran tahun? Jawabannya terletak pada proses luar biasa yang terjadi di dalam inti matahari yang memiliki suhu mencapai 15 juta derajat Celsius. Simak uraian ini untuk mengetahui alasan lengkap di balik matahari dapat bersinar terang.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Reaksi Fusi Nuklir: Sumber Energi Matahari
Matahari bersinar karena proses yang disebut reaksi fusi nuklir yang terjadi di intinya. Merujuk penjelasan dari Encyclopaedia Britannica, di dalam inti matahari terjadi tekanan dan suhu yang sangat ekstrem, mencapai 15 juta derajat Celsius. Kondisi ekstrem ini menyebabkan atom-atom hidrogen saling bertabrakan dengan kecepatan tinggi dan bergabung membentuk atom helium.
Proses penggabungan ini menghasilkan energi yang sangat besar dalam bentuk cahaya dan panas. Setiap detik, matahari mengubah sekitar 620 juta ton hidrogen menjadi 616 juta ton helium, dan selisih massa 4 juta ton tersebut dikonversi menjadi energi murni.
Perjalanan Panjang Cahaya dari Inti ke Permukaan
Cahaya yang kita lihat setiap hari sebenarnya membutuhkan perjalanan yang sangat panjang untuk keluar dari matahari. Menurut para ahli astronomi, energi yang dihasilkan dari reaksi fusi di inti matahari harus melewati berbagai lapisan sebelum akhirnya sampai ke permukaan.
Energi awalnya berbentuk sinar gamma berenergi tinggi, namun terus bertabrakan dengan partikel-partikel lain dan berubah menjadi berbagai bentuk radiasi. Perjalanan ini bisa mencapai ribuan hingga jutaan tahun sebelum akhirnya keluar sebagai cahaya tampak dari permukaan matahari.
Gravitasi yang Menjaga Keseimbangan Matahari
Gravitasi memainkan peran penting dalam menjaga matahari tetap bersinar dengan stabil. Berdasarkan penjelasan dari kandidat doktor Astronomi ITB Emanuel Sungging Mumpuni yang dikutip dari Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (BRIN), matahari ada karena pertandingan seimbang antara dua kekuatan besar.
Gravitasi menarik semua massa ke dalam, menciptakan tekanan dan suhu tinggi untuk reaksi fusi. Sementara tekanan radiasi dari energi fusi mendorong ke luar, melawan gravitasi. Keseimbangan sempurna antara kedua kekuatan ini membuat matahari berbentuk bola dan bersinar stabil selama miliaran tahun.
Berapa Lama Matahari Akan Terus Bersinar?
Merujuk informasi dari Cool Cosmos by Caltech, matahari sudah bersinar selama 4,6 miliar tahun dan akan terus bersinar dengan stabil hingga 5 miliar tahun lagi. Selama matahari masih memiliki hidrogen di intinya untuk dijadikan bahan bakar, ia akan terus memancarkan cahaya dan panas.
Ketika persediaan hidrogen mulai habis nanti, matahari akan memasuki fase raksasa merah, membesar dan berubah warna menjadi kemerahan karena mulai membakar helium.
Mengapa Matahari Terlihat Sangat Terang?
Matahari terlihat jauh lebih terang dibandingkan bintang-bintang lain bukan karena ia adalah bintang terpanas, melainkan karena jaraknya yang sangat dekat dengan Bumi.
Matahari adalah bintang kuning bertipe G dengan suhu permukaan sekitar 6.000 derajat Celsius, masuk kategori bintang berukuran sedang.
Ada bintang yang jauh lebih panas dan terang, namun berada sangat jauh dari Bumi sehingga tampak redup. Matahari yang hanya berjarak 150 juta kilometer membuat cahayanya tampak dominan dan mampu menerangi seluruh Bumi.
Baca juga: Cara Kerja Panel Surya Menghasilkan Listrik dari Sinar Matahari
(NDA)
