Mengapa Suara Petir Terdengar Setelah Kilat Terlihat? Ini Jawabannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat terjadi hujan badai, petir sering terlihat menyambar di langit. Jika diperhatikan dengan saksama, kilatan cahaya selalu muncul lebih dulu, lalu beberapa detik kemudian barulah suara guntur terdengar. Lantas, mengapa suara petir terdengar setelah kilat terlihat? Untuk mengetahui jawaban ilmiahnya, simak penjelasan lengkapnya pada sajian informasi di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Proses Terbentuknya Petir
Awan badai berisi campuran es, air, dan partikel kecil yang saling bergesekan hingga membentuk muatan listrik. Mengutip laman UCAR Center for Science Education, bagian bawah awan biasanya bermuatan negatif, sedangkan permukaan bumi bermuatan positif. Ketika perbedaan muatan semakin besar, udara yang berfungsi sebagai isolator tidak lagi mampu menahan gaya listrik tersebut. Pada saat itu, terjadi pelepasan arus listrik besar-besaran yang dikenal sebagai petir. Pelepasan energi ini menghasilkan kilatan cahaya yang sangat terang.
2. Proses Terbentuknya Guntur
Ketika petir menyambar, partikel-partikel udara di sekelilingnya bergetar kuat. Menurut laman National Environmental Satellite, Data, and Information Service (NESDIS), petir dapat memanaskan udara hingga mencapai sekitar 30.000°C. Pemanasan ekstrem ini membuat udara memuai secara tiba-tiba. Pemuaian cepat tersebut menimbulkan gelombang kejut yang kemudian berubah menjadi gelombang suara menggelegar, yaitu guntur.
3. Penyebab Suara Petir Terdengar Setelah Kilat Terlihat
Walaupun petir dan guntur terjadi hampir bersamaan, cahaya bergerak jauh lebih cepat dibandingkan suara. Berdasarkan laman Hong Kong Observatory, kecepatan cahaya bergerak sekitar 300 juta meter per detik, sementara gelombang suara hanya merambat sekitar 340 meter per detik. Perbedaan kecepatan ini membuat kilat selalu terlihat lebih dulu, lalu suara petir menyusul setelahnya. Semakin jauh jarak sambaran petir, semakin panjang jeda antara kilat dan guntur yang terdengar.
4. Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Suara Petir
Britannica menyebut bahwa jeda antara melihat kilat dan mendengar guntur dapat digunakan untuk memperkirakan jarak petir. Setiap 3 detik jeda setara dengan 1 kilometer, dan setiap 5 detik jeda setara dengan 1 mil. Mengutip laman eSafety, ada beberapa faktor tambahan yang memengaruhi seberapa cepat atau lambat suara petir terdengar, di antaranya:
Jarak titik sambaran: Semakin jauh lokasi petir, semakin lama waktu yang dibutuhkan suara untuk mencapai pendengar.
Hambatan alam: Pegunungan, gedung tinggi, lembah, atau pohon besar dapat memantulkan gelombang suara sehingga terdengar bergema atau datang dari arah berbeda.
Kecepatan dan arah angin: Angin dapat membelokkan arah rambatan suara. Jika angin bertiup ke arah pendengar, suara petir bisa terdengar lebih jelas. Sebaliknya, jika angin mengarah menjauh, suara terdengar lebih lemah atau lebih lambat.
Baca Juga: Bagaimana Terjadinya Petir di Langit? Ini Proses Pembentukannya
(SA)
