Konten dari Pengguna

Mengapa Warna Langit Berubah Saat Matahari Terbenam? Ini Penjelasannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi warna langit saat matahari terbenam. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi warna langit saat matahari terbenam. Foto: Unsplash

Pernahkah kamu memperhatikan betapa indahnya langit sore yang berwarna jingga, merah muda, hingga keunguan saat matahari terbenam? Pemandangan tersebut memang memukau, namun di balik keindahannya tersimpan penjelasan ilmiah yang menarik. Fenomena ini terjadi bukan karena langit benar-benar berubah warna, melainkan akibat dari cara cahaya matahari berinteraksi dengan atmosfer bumi. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut mengapa warna langit berubah saat matahari terbenam, simak terus uraian ini.

Daftar isi

Cahaya Matahari Tersusun dari Berbagai Warna

Cahaya putih dari matahari sebenarnya terdiri dari berbagai warna cahaya yang membentuk spektrum, ada merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ketika semua warna ini bergabung, mata manusia melihatnya sebagai cahaya putih.

Namun, ketika cahaya matahari memasuki atmosfer bumi, molekul udara dan partikel kecil lainnya menyebabkan penyebaran atau scattering terhadap warna-warna tersebut. Warna dengan panjang gelombang pendek seperti biru dan ungu lebih mudah tersebar dibanding warna dengan panjang gelombang panjang seperti merah dan jingga. Inilah alasan mengapa pada siang hari langit tampak biru.

Fenomena Rayleigh Scattering: Kunci Perubahan Warna Langit

Saat matahari berada tinggi di langit, cahaya menempuh jarak yang lebih pendek melalui atmosfer, sehingga warna biru lebih dominan karena lebih banyak tersebar ke segala arah. Namun ketika matahari mulai terbenam, cahaya harus melewati lapisan atmosfer yang lebih tebal.

Akibatnya, warna biru dan ungu yang memiliki panjang gelombang pendek tersebar sepenuhnya sebelum mencapai mata kita. Sementara itu, warna dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah, jingga, dan kuning tetap bertahan, menciptakan gradasi warna hangat yang indah di langit senja.

Peran Debu, Polusi, dan Kelembapan Udara

Faktor-faktor seperti partikel debu, uap air, dan polusi udara juga berpengaruh terhadap warna langit saat matahari terbenam. Menurut penelitian dari NASA Earth Observatory, daerah dengan tingkat polusi tinggi atau banyak partikel di udara cenderung memiliki langit yang lebih merah dan pekat saat senja.

Sebaliknya, di daerah pegunungan atau pantai yang udaranya bersih, warna langit saat matahari terbenam biasanya tampak lebih lembut dan cerah dengan campuran oranye dan ungu muda. Oleh karena itu, kondisi atmosfer sangat menentukan variasi warna yang muncul.

Efek Sudut Pandang dan Lokasi Geografis

Posisi pengamat di permukaan bumi juga memengaruhi bagaimana warna langit terlihat. Di wilayah tropis, seperti Indonesia, matahari terbenam lebih cepat dan sudut pandang terhadap horizon lebih curam, menghasilkan warna yang lebih intens.

Sementara di daerah lintang tinggi, seperti Skandinavia atau Kanada, cahaya senja berlangsung lebih lama, menciptakan gradasi warna lembut yang bertahan hingga malam. European Space Agency (ESA) mencatat bahwa panjang waktu senja dapat memengaruhi persepsi warna karena intensitas cahaya berubah perlahan.

Fenomena Warna Ungu dan Merah Muda di Langit Senja

Dalam ilmu fisika, perubahan warna langit ini terjadi karena proses yang disebut Rayleigh scattering atau hamburan Rayleigh. Fenomena ini menjelaskan bagaimana cahaya dengan panjang gelombang tertentu tersebar oleh partikel kecil di udara, menghasilkan warna-warni indah seperti oranye, merah, ungu, atau bahkan merah muda setelah matahari benar-benar terbenam.

Menurut Journal of Atmospheric Sciences, warna ungu muncul ketika cahaya merah yang tersisa di langit bercampur dengan cahaya biru yang masih tersisa di atmosfer atas. Campuran kedua warna ini menghasilkan rona ungu yang sering terlihat beberapa menit setelah matahari tenggelam sepenuhnya.

Baca juga: Kenapa Jam 5 Pagi Sudah Terang? Ini Penyebabnya

(NDA)