Mengenal Rantai Makanan di Laut dari Fitoplankton hingga Predator Puncak

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lautan adalah ekosistem yang kompleks dengan rantai makanan yang menghubungkan seluruh makhluk hidup di dalamnya. Rantai makanan laut menggambarkan bagaimana energi dan nutrisi berpindah dari satu organisme ke organisme lain melalui hubungan makan-dimakan. Merujuk informasi dari National Geographic Education, rantai makanan laut dimulai dari sinar matahari dan tumbuhan laut, kemudian berlanjut ke berbagai tingkatan konsumen hingga mencapai predator puncak. Artikel ini akan menguraikan lebih dalam informasi seputar rantai makanan yang ada di laut.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Fitoplankton: Produsen Utama Lautan
Fitoplankton adalah organisme mikroskopis mirip tumbuhan yang menjadi dasar dari rantai makanan laut. Berdasarkan informasi dari Woods Hole Oceanographic Institution, fitoplankton adalah organisme bersel tunggal yang hidup di permukaan laut dan mengubah karbon dioksida menjadi karbon organik melalui fotosintesis.
Fitoplankton membentuk tingkat trofik pertama karena mereka tidak bergantung pada organisme lain untuk makanan. Mereka juga menghasilkan lebih dari setengah oksigen yang kita hirup meskipun hanya menyumbang sekitar satu persen dari biomassa tumbuhan global.
Zooplankton: Konsumen Primer Pemakan Tumbuhan
Tingkat kedua dalam rantai makanan laut ditempati oleh zooplankton, yaitu hewan sangat kecil yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Mereka hidup dengan memakan fitoplankton, tumbuhan laut yang menjadi makanan utama di dasar rantai makanan.
Contoh zooplankton antara lain copepoda dan krill. Mereka disebut konsumen pertama karena memakan produsen, yaitu fitoplankton. Menurut NOAA, zooplankton bisa berkembang biak dengan sangat cepat. Dalam kondisi yang baik, jumlahnya bisa bertambah sampai tiga puluh persen setiap hari.
Selain zooplankton, hewan laut yang juga pemakan tumbuhan di antaranya ada ikan bedah, ikan kakaktua, penyu hijau, dan manatee yang suka memakan alga.
Ikan Kecil dan Karnivora Menengah
Tingkat ketiga terdiri dari kelompok besar karnivora kecil. Level ini mencakup ikan seperti sarden, herring, dan menhaden yang memakan zooplankton dalam jumlah besar.
Berdasarkan data dari Te Ara Encyclopedia of New Zealand, makanan yang diproduksi fitoplankton melewati rantai makanan ketika zooplankton memakan fitoplankton dan dikonsumsi oleh ikan, paus, cumi-cumi, kerang, dan burung. Di lautan berlaku satu fakta sederhana yaitu ikan besar memakan ikan yang lebih kecil.
Predator Puncak: Penguasa Lautan
Predator besar berada di puncak rantai makanan laut sebagai konsumen tersier. Berdasarkan informasi dari NOAA, predator puncak termasuk hewan bersirip seperti hiu, tuna, dan lumba-lumba, hewan berbulu seperti pelican dan penguin, serta hewan bersirip kaki seperti anjing laut dan walrus. Sebagian besar predator puncak bisa dicirikan berukuran besar, cepat, dan merupakan pemburu baik dengan umur lebih panjang.
Microbial Loop: Jalur Alternatif Energi
Selain rantai makanan utama, lautan memiliki jalur alternatif yang disebut microbial loop. Merujuk penjelasan dari Te Ara Encyclopedia, jalur ini didominasi oleh bakteri yang berukuran sekitar seratus kali lebih kecil dari fitoplankton.
Microbial loop mendegradasi bakteri dan archaea laut, meremineralisasi materi organik, kemudian mendaur ulang produknya kembali ke jaring makanan pelagik.
Bakteri menyerap bahan kimia yang dilepaskan oleh fitoplankton yang membusuk dan memasuki rantai makanan utama ketika dimakan oleh zooplankton. Proses daur ulang ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi di lautan.
Baca juga: Partikel Kecil Plastik yang Mencemari Laut dan Masuk ke Rantai Makanan
(NDA)
