Konten dari Pengguna

Mengenal Sistem Transportasi pada Tumbuhan dan Hewan yang Mengangkut Zat Penting

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tumbuhan dan hewan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tumbuhan dan hewan. Foto: Unsplash

Tumbuhan dan hewan termasuk makhluk hidup yang membutuhkan sistem khusus untuk mengangkut air, nutrisi, oksigen, dan zat penting lainnya ke seluruh bagian tubuh. Sistem ini dikenal juga dengan sebutan sistem transportasi. Tanpa sistem transportasi, sel-sel tidak dapat bekerja dengan baik dan organisme tidak bisa bertahan hidup. Untuk mengenal sistem teransportasi pada tumbuhan dan hewan, simak terus uraian ini hingga tuntas.

Daftar isi

Sistem Vaskular pada Tumbuhan

Pada tumbuhan, sistem transportasi dikenal sebagai sistem vaskular. Sistem ini terdiri dari dua jaringan utama, yaitu xilem dan floem. Menurut UF IFAS Extension, Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari akar ke daun, sedangkan floem bertugas menyalurkan hasil makanan ke seluruh bagian tumbuhan.

Pergerakan air dalam xilem terjadi karena adanya penguapan air dari daun. Hilangnya air dari permukaan daun menciptakan tarikan yang membuat air terus bergerak naik dari akar melalui xilem. Aliran ini hanya bergerak satu arah, yaitu ke atas.

Berbeda dengan xilem, floem dapat mengangkut zat makanan ke berbagai arah, baik ke atas maupun ke bawah. Gula seperti sukrosa yang dihasilkan di daun dapat dikirim ke bagian tumbuhan yang sedang tumbuh, seperti akar dan tunas.

Sistem Sirkulasi Terbuka dan Tertutup pada Hewan

Pada hewan, sistem sirkulasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Menurut Dummies, sistem sirkulasi terbuka terdapat pada serangga dan beberapa moluska seperti siput.

Dalam sistem sirkulasi terbuka, cairan tubuh yang disebut hemolymph dipompa oleh jantung ke rongga tubuh yang disebut hemocoel. Cairan tersebut tidak selalu berada di dalam pembuluh, melainkan langsung membasahi organ-organ tubuh.

Sementara itu, sistem sirkulasi tertutup dimiliki oleh hewan yang berukuran lebih besar dan lebih kompleks. Dalam sistem ini, darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah.

Menurut Georgia Tech Organismal Biology, darah terdiri dari plasma dan sel darah merah yang mengandung hemoglobin untuk mengangkut oksigen dan karbon dioksida. Semua hewan bertulang belakang memiliki sistem ini, termasuk burung dan mamalia.

Persamaan dan Perbedaan Sistem Transportasi pada Tumbuhan dan Hewan

Walaupun berbeda bentuk, sistem transportasi pada tumbuhan dan hewan memiliki prinsip dasar yang sama. University of Utah menyebutkan bahwa baik tumbuhan maupun hewan menggunakan struktur bercabang untuk memindahkan cairan secara efisien. Bahkan, hukum Murray yang awalnya dibuat untuk pembuluh darah hewan juga berlaku pada tumbuhan.

Adapun perbedaan sistem transportasi pada tumbuhan dan hewan terletak pada penggunaan energi. Menurut Biopress, sistem sirkulasi hewan membutuhkan banyak energi karena bergantung pada jantung dan otot.

Sebaliknya, tumbuhan tidak memiliki pompa pusat dan sebagian besar aliran airnya bersifat pasif. Selain itu, tumbuhan tidak memiliki sistem saraf untuk mengatur aliran zat. UF IFAS Extension menjelaskan bahwa kerusakan pada jaringan vaskular tumbuhan sulit diperbaiki dan dapat menyebabkan kematian tumbuhan.

Baca juga: Manfaat Daun Bagi Tumbuhan yang Menjaga Kelangsungan Hidup

(NDA)