Konten dari Pengguna

Panduan Berbuka Puasa bagi Penderita Maag Berdasarkan Kesehatan dan Syariat

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi maag. Foto: dok.shutterstoc
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi maag. Foto: dok.shutterstoc

Perubahan jadwal makan dan lamanya durasi puasa berpotensi memperburuk kondisi maag. Oleh karena itu, sangat penting bagi penderita maag untuk mengetahui cara berbuka yang tepat agar puasa tetap lancar tanpa mengganggu kesehatan.

Berdasarkan panduan dari laman Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, berikut beberapa tips berbuka puasa yang aman dan sesuai syariat bagi penderita maag.

1. Awali dengan Makanan Ringan

Sebelum menyantap makanan utama, sebaiknya lambung menerima makanan ringan terlebih dahulu agar sistem pencernaan tidak kaget dan tetap nyaman. Hal ini sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk berbuka dengan kurma.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ, فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ, فَإِنَّهُ طَهُور

“Jika salah seorang dari kalian berbuka puasa, hendaknya dia berbuka dengan tamar (kurma kering), karena padanya ada berkah. Jika tidak ada, maka dengan air putih karena air itu adalah suci (mensucikan).”

Setelah mengonsumsi makanan ringan, tunggu sekitar 15–30 menit sebelum menyantap porsi besar. Cara ini membantu lambung bekerja lebih ringan dan mengurangi risiko perut terasa penuh.

2. Jangan Makan Terburu-buru

Makan terlalu cepat bisa memengaruhi kesehatan lambung dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Kebiasaan ini membuat udara masuk lebih banyak ke lambung, sehingga akan menimbulkan rasa kembung, mulas, atau tidak nyaman setelah berbuka.

3. Hindari Makanan Pemicu Maag

Ada beberapa jenis makanan yang bisa memperburuk keluhan maag jika dikonsumsi saat berbuka. Berikut jenis-jenis makanan yang harus dihindari penderita maag:

  • Hindari makanan berlemak tinggi seperti gorengan, sosis, dan pizza.

  • Hindari makanan terlalu pedas atau asam, termasuk acar dan jeruk lemon.

  • Minuman bersoda dan berkafein sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan produksi asam lambung.

4. Pilih Menu Berbuka yang Tepat

Dengan memilih menu berbuka yang aman, risiko kambuhnya maag saat puasa dapat diminimalisir. Beberapa rekomendasi makanan yang aman bagi penderita maag antara lain:

  • Karbohidrat kompleks: Nasi putih, oatmeal, atau kentang rebus dapat membantu menyerap kelebihan asam lambung dan menenangkan perut.

  • Protein rendah lemak: Dada ayam, ikan, atau tahu-tempe merupakan sumber protein yang aman untuk lambung sensitif dan juga menyehatkan tubuh.

  • Buah tidak asam: Pisang, apel, dan pir lebih aman dikonsumsi dibanding buah yang terlalu asam seperti jeruk atau nanas, sehingga tidak memicu maag.

Tips memasak: Pilih metode memasak yang sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang, karena cara ini lebih ringan bagi lambung dibandingkan menggoreng.

5. Konsumsi Obat Sesuai Anjuran Dokter

Saat berbuka, pastikan obat diminum sesuai anjuran dokter agar lambung tetap terlindungi dan puasa bisa dijalani dengan nyaman. Selain saat berbuka, obat juga dapat dikonsumsi sebelum sahur jika disarankan oleh dokter.

6. Hindari Tidur Setelah Berbuka

Sebaiknya jangan langsung berbaring atau tidur setelah berbuka puasa. Posisi tidur setelah makan dapat memicu refluks asam, yaitu kondisi di mana asam dan makanan dari lambung naik ke kerongkongan. Akibatnya, muncul sensasi panas atau terbakar di dada dan iritasi pada kerongkongan, sehingga lambung terasa tidak nyaman.

Baca Juga: Panduan Menjaga Kesehatan Pencernaan Selama Berpuasa