Konten dari Pengguna

Pembentukan Lapisan Tanah dan Faktor Lingkungan yang Mempengaruhinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanah. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanah. Foto: Unsplash

Pembentukan lapisan tanah terjadi melalui interaksi berbagai faktor lingkungan yang berlangsung dalam waktu sangat panjang. Tanah terbentuk ketika bahan organik yang terurai bercampur dengan bahan mineral hasil pelapukan batuan di permukaan bumi. Seiring waktu, campuran tersebut membentuk profil tanah yang tersusun atas beberapa lapisan atau horizon dengan karakteristik yang berbeda. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Daftar isi

1. Horizon O (Lapisan Organik)

Lapisan ini berada tepat di permukaan dan memiliki ketebalan hanya beberapa sentimeter. Menurut buku Fisika Lingkungan: Memahami Alam Dengan Fisika karya Heri Kiswanto, horizon O didominasi oleh bahan organik, baik yang masih segar maupun yang sudah membusuk. Kandungan humus yang tinggi membuat lapisan ini berwarna gelap, mulai dari cokelat tua hingga hitam.

2. Horizon A (Topsoil /Lapisan Tanah Atas)

Horizon A terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral hasil pelapukan. Lapisan ini memiliki warna paling gelap dibandingkan horizon lainnya karena kaya humus, yaitu hasil pembusukan sisa makhluk hidup dengan bantuan organisme seperti cacing tanah. Horizon A merupakan lapisan paling subur untuk mendukung mendukung pertumbuhan tanaman.

3. Horizon B (Subsoil/Lapisan Tanah Bawah)

Lapisan ini berada tepat di bawah topsoil. Dalam buku Pendalaman Objek Studi Geografi oleh Asep Andri Astriyandi dan Aji Permana, dijelaskan bahwa horizon B terbentuk dari proses penimbunan dan pencucian (iluviasi) bahan organik serta mineral dari lapisan atas. Warnanya lebih terang karena kandungan bahan organiknya rendah, sehingga tingkat kesuburannya pun lebih kecil.

4. Horizon C (Regolith/Lapisan Bahan Induk Tanah)

Sering disebut sebagai parent rock, lapisan ini terdiri dari bahan hasil pelapukan batuan induk tertentu. Warna horizon C biasanya menyerupai warna batuan asalnya. Kesuburan pada lapisan ini rendah karena tidak banyak mengandung unsur-unsur hara.

5. Horizon R (Bedrock/Lapisan Bantuan Induk)

Horizon R merupakan lapisan paling bawah berupa batuan keras yang belum mengalami pelapukan. Karena letaknya yang sangat dalam, lapisan ini jarang dijumpai secara langsung. Horizon R masih ditemukan bentuk-bentuk asli dari batuan. Selain itu, tidak ditemukan tanah, air, ataupun unsur hara.

6. Faktor Pembentukan Lapisan Tanah

Karakteristik tanah ditentukan oleh serangkaian faktor lingkungan yang saling berinteraksi. Dalam buku Lingkungan Abiotik oleh Sucipto Hariyanto dkk., disebutkan beberapa faktor utama berikut:

  • Iklim: Suhu dan curah hujan memengaruhi kecepatan pelapukan batuan. Kondisi panas dan lembap mempercepat proses pembentukan tanah.

  • Bahan Induk: Merupakan asal material pembentuk tanah. Banyak sifat tanah ditentukan oleh karakter bahan induknya, seperti warna, tekstur, dan kandungan mineral.

  • Topografi:Perbedaan ketinggian, kecuraman, bentuk, dan arah lereng memengaruhi suhu, kelembapan, serta ketersediaan air. Kondisi ini berpengaruh pada tanah.

  • Waktu: Pembentukan tanah membutuhkan ratusan hingga ribuan tahun. Selama proses ini, bahan induk berkembang menjadi tanah muda, tanah dewasa, hingga tanah tua.

  • Organisme: Vegetasi, mikroorganisme, dan hewan tanah berperan penting dalam penguraian bahan organik, memengaruh proses pembentukan tanah.

7. Proses Utama Pembentukan Tanah

Mengacu pada buku Ilmu Tanah karya Andi Ibrahim Yunus dkk, terdapat empat proses utama yang membentuk profil tanah:

  • Penambahan bahan: Proses awal berupa pelapukan batuan yang dipengaruhi iklim tanpa mengubah susunan kimianya. Hasil pelapukan kemudian bercampur dengan bahan organik pada permukaan tanah.

  • Penguraian bahan: Merupakan proses keluarnya bahan-bahan tanah, seperti ion dan partikel halus dari profil tanah.

  • Perpindahan bahan: Air menjadi agen utama perpindahan bahan tanah. Ion atau partikel dapat berpindah secara vertikal maupun horizontal dari satu bagian tanah ke bagian lainnya.

  • Transformasi bahan: Terjadi ketika bahan tanah berubah bentuk akibat reaksi kimia, fisik, atau biologis, seperti oksidasi-reduksi, destruksi mineral, atau rekristalisasi.

Baca Juga: Ciri-Ciri Pencemaran Tanah Akibat Pupuk Berlebihan yang Perlu Diperhatikan

(SA)