Pencernaan Kimiawi: Pengertian, Organ, dan Enzim yang Terlibat

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses pencernaan pada manusia dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi. Pencernaan kimiawi adalah proses pengolahan makanan yang dimulai sejak makanan masuk ke mulut yang bercampur dengan air liur. Proses ini kemudian berlanjut di lambung dan diselesaikan di usus halus dengan bantuan berbagai enzim. Untuk memahami lebih lanjut mengenai bagaimana pencernaan kimiawi berlangsung, berikut penjabaran selengkapnya di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pengertian Pencernaan Kimiawi
Menurut laman WebMD, pencernaan kimiawi adalah proses penguraian makanan yang mengubah molekul kompleks seperti protein, lemak, dan karbohidrat menjadi molekul-molekul yang lebih kecil agar dapat diserap oleh tubuh. Proses ini membutuhkan bantuan zat kimia khusus yang disebut enzim, untuk mempercepat reaksi pemecahan makanan di dalam saluran pencernaan.
2. Organ-organ yang Terlibat dan Pencernaan Kimiawi
Berdasarkan buku Explore Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VIII karya Sadiman dan Tristia Ningsih, terdapat beberapa organ utama yang berperan dalam proses pencernaan kimiawi, yaitu:
Mulut: Proses kimiawi dimulai di mulut dengan bantuan enzim ptialin (amilase) yang dihasilkan oleh kelenjar ludah.
Lambung: Makanan dicerna menggunakan enzim dan asam lambung yang dihasilkan oleh kelenjar lambung. Asam lambung atau asam klorida (HCl) membantu membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Selain itu, lambung juga akan menyekresi enzim pepsin.
Usus dua belah jari (duodenum): Makanan bercampur dengan sejumlah enzim seperti enzim tripsin, amilase, dan lipase yang dihasilkan oleh pankreas.
Usus kosong (jejunum) : Proses pencernaan dilanjutkan oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh dinding usus.
Usus penyerapan (ileum): Bagian ini memiliki banyak jonjot usus (vili) yang berfungsi menyerap sari makanan seperti glukosa, asam amino, vitamin, mineral, dan air. Setiap vili mengandung pembuluh darah dan getah bening yang menyalurkan hasil pencernaan ke seluruh tubuh.
3. Enzim-Enzim yang Berperan dalam Pencernaan Kimiawi
Pencernaan kimiawi tidak akan berlangsung tanpa adanya enzim. Mengutip Buku Ajar Biokimia Gizi karya Saryono, berikut beberapa enzim utama beserta fungsinya:
Enzim amilase (ptalin): Dihasilkan oleh kelenjar ludah dan pankreas. Berfungsi mengubah karbohidrat kompleks menjadi gula sederhana.
Enzim pepsin: Diproduksi oleh lambung dan berperan dalam memecah protein menjadi pepton.
Enzim lipase: Dihasilkan oleh pankreas dan bekerja di usus halus untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Enzim maltase: Berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa, yaitu bentuk gula sederhana yang dapat diserap tubuh.
Enzim sukrase: Menguraikan sukrosa (gula meja) menjadi fruktosa dan glukosa.
Enzim laktase: Memecah laktosa (gula dalam susu) menjadi glukosa dan galaktosa agar mudah diserap.
4. Perbedaan Pencernaan Kimiawi dan Pencernaan Mekanik
Perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada cara makanan diolah oleh tubuh. Pencernaan mekanik merupakan proses fisik ketika makanan dihancurkan, digiling, dan diaduk hingga menjadi potongan-potongan yang lebih kecil agar enzim lebih mudah bekerja melalui gerakan otot. Sedangkan pencernaan kimiawi adalah proses yang mengubah komposisi kimiawi makanan yang dimakan. Kedua proses ini dimulai di mulut, kemudian berlanjut hingga ke lambung dan usus halus.
Baca Juga: Jumlah Tulang Rusuk Laki-laki Beserta Fungsinya untuk Tubuh
(SA)
