Konten dari Pengguna

Pengaruh Tekstur MPASI terhadap Kemampuan Makan Bayi, Bisa Cegah Picky Eater

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi MPASI atau makanan bayi untuk bayi. Foto: ABWitzPix089/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi MPASI atau makanan bayi untuk bayi. Foto: ABWitzPix089/Shutterstock

Masa perkenalan makanan pendamping ASI (MPASI) merupakan tonggak penting dalam perkembangan bayi. Pada fase ini, bukan hanya jenis makanan dan gizi yang perlu diperhatikan, tetapi juga teksturnya.

Tekstur makanan memegang peranan besar dalam membentuk kemampuan oral motorik, mengenalkan ragam rasa, serta mendorong si kecil untuk belajar makan secara mandiri. Yuk, pahami lebih jauh tentang pengaruh tekstur MPASI terhadap kemampuan makan bayi di bawah ini.

Pengaruh Tekstur MPASI terhadap Perkembangan Bayi

1. Menstimulasi Sensorik dan Motorik Oral

Mengutip laman CDC, bayi mulai menunjukkan kesiapan untuk mencoba tekstur baru sejak usia 6 bulan. Tekstur halus, lembut, hingga makanan berbentuk potongan kecil yang lunak akan membantu bayi belajar mengunyah, meskipun mereka belum memiliki gigi. Proses ini turut menstimulasi perkembangan otot-otot rahang dan lidah yang berperan dalam bicara dan makan.

2. Mengurangi Risiko Pilih-Pilih Makanan (Picky Eater)

Bayi yang diperkenalkan dengan berbagai tekstur makanan sejak dini cenderung lebih mudah menerima jenis makanan baru di kemudian hari. Mereka juga tidak akan menjadi picky eater karena sudah terbiasa dengan sensasi berbeda di dalam mulut.

Tahapan Pengenalan Tekstur yang Aman dan Efektif

1. Dimulai dari Lumat hingga Cincang Halus

Dalam laman Solid Starts dijelaskan bahwa orang tua sebaiknya mulai memperkenalkan makanan dengan tekstur halus seperti puree (bubur lembut) kepada si kecil. Setelah itu, beralihlah ke tekstur yang lebih padat seperti mashed (makanan yang dihaluskan secara kasar).

Jika sudah terbiasa, berikan mereka finger food (makanan lunak yang bisa mereka genggang). Setelah itu, beralih ke makanan orang dewasa yang dipotong kecil. Pemilihan waktu peralihan tekstur menjadi hal penting agar bayi tidak terus-menerus bergantung pada makanan halus.

2. Hindari Terlalu Lama di Tahap Puree

Menunda mengenalkan tekstur makanan yang lebih padat pada bayi bisa membuat mereka mengalami sensory aversion, sebuah kondisi di mana bayi terlalu sensitif atau defensif terhadap makanan tertentu. Hal ini akan menyulitkan proses transisi ke makanan orang dewasa, serta bisa memicu si kecil kesulitan makan di masa balita.

Manfaat Pengenalan Tekstur terhadap Kemampuan Makan Bayi

1. Meningkatkan Koordinasi Tangan dan Mulut

Memberikan makanan bertekstur seperti potongan buah lunak atau sayur kukus bisa membantu bayi mengembangkan keterampilan menggenggam dan membawa makanannya ke mulut. Ini merupakan latihan koordinasi motorik halus yang esensial untuk mendukung anak agar makan secara mandiri.

2. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Saat Makan

Bayi yang terbiasa mengeksplorasi makanan dengan tangan dan mulut cenderung lebih percaya diri dan senang saat waktu makan tiba. Mereka juga lebih cepat beradaptasi dengan makanan orang dewasa, sehingga memudahkan orang tua mengatur jadwal makan bersama si kecil.

Kesimpulan: Tekstur adalah Kunci dalam MPASI

Pengenalan tekstur yang tepat dalam MPASI sangat memengaruhi perkembangan kemampuan makan bayi. Mulai dari sensorik oral, kemampuan mengunyah, hingga kesiapan makan secara mandiri.

Transisi tekstur makanan anak sebaiknya dimulai sejak mereka berusia 6 bulan dan harus dilakukan secara bertahap. Jangan takut mengenalkan tekstur baru, asalkan tetap memperhatikan keamanan dan kesiapan si kecil.

Dengan pendekatan yang tepat, tekstur MPASI tidak hanya mendukung nutrisi, tetapi juga membentuk keterampilan makan yang sehat dan menyenangkan untuk si kecil.

Baca Juga: Penting, Moms! Salah Tekstur MPASI Bisa Bikin Anak GTM