Konten dari Pengguna

Penyebab Anak Anjing Mati dalam Kandungan dan Cara Menanganinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab anak anjing mati dalam kandungan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab anak anjing mati dalam kandungan. Foto: Pexels

Kematian anak anjing dalam kandungan dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Beberapa penyebab keguguran paling umum yang dikutip dari laman American Kennel Club adalah sebagai berikut.

  • Infeksi: Infeksi bakteri virus, atau parasit seperti Brucella canis, Escherichia coli, Streptococcus, Canine Herpesvirus, atau Toxoplasma gondii.

  • Kekurangan nutrisi: Kebutuhan energi dan vitamin meningkat selama kehamilan. Jika induk anjing kekurangan nutrisi ini, kelangsungan hidup janin dapat terganggu.

  • Paparan racun atau obat-obatan: Bahan kimia atau obat yang tidak aman bagi induk bisa menyebabkan kematian anak anjing dalam kandungan.

  • Cedera atau trauma fisik: Benturan keras atau kecelakaan pada perut induk saat hamil bisa menyebabkan kematian janin secara langsung.

  • Stres berat: Kondisi stres berat pada induk dapat memengaruhi hormon reproduksi dan menyebabkan keguguran.

  • Masalah hormon: Ketidakseimbangan hormon seperti progesteron yang rendah bisa menghambat perkembangan janin dan menyebabkan kematian anak anjing.

  • Kelainan genetik pada janin: Beberapa janin anjing mungkin memiliki kelainan bawaan yang membuat mereka tak dapat berkembang secara normal di dalam kandungan.

Bagaimana Cara Mengetahui Anak Anjing Mati dalam Kandungan?

Diagnosis paling akurat dilakukan dengan USG oleh dokter hewan. Adapun tanda keguguran yang paling umum meliputi keluarnya cairan abnormal, nyeri perut, dan demam. Selain itu, beberapa induk yang mengalami keguguran akan mengalami kontraksi dan melahirkan anak anjing yang lahir mati.

Kapan Waktu yang Paling Rentan Anak Anjing Mati dalam Kandungan?

Masa awal kehamilan dan akhir kehamilan merupakan fase paling rawan. Dalam laman FirstVet, keguguran sering terjadi pada paruh pertama kehamilan (45 hari pertama kehamilan) atau pada tahap akhir kehamilan (setelah 45 hari) saat perkembangan kerangka janin terjadi.

Pada keguguran yang terjadi pada tahap awal, embrio sering diserap kembali oleh tubuh dan sering kali tak terdeteksi. Sementara keguguran yang terjadi di akhir kehamilan mengakibatkan anak anjing lahir mati atau mumifikasi anak anjing.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Janin Anjing Mati dalam Kandungan?

Segera bawa ke dokter hewan. Janin yang mati harus dikeluarkan agar tidak menyebabkan infeksi. Merujuk laman VCA Animal Hospitals, penanganan anak anjing yang mati dalam kandungan antara lain:

  • Induksi atau operasi: Dokter hewan biasanya akan mencoba induksi persalinan atau operasi caesar tergantung kondisi induk.

  • Penanganan infeksi: Induk yang mengalami demam selama kehamilan dapat mengindikasikan adanya infeksi. Dokter akan memberi antibotik untuk mencegah komplikasi medis.

  • Pemeriksaan hormon: Jika diduga terjadi ketidakseimbangan hormon yang memicu keguguran atau kematian janin, dokter bisa merekomendasikan suplemen progesteron untuk menghindari keguguran lagi.

Kesimpulan

  • Kematian anak anjing dalam kandungan disebabkan oleh infeksi serius, kekurangan nutrisi, paparan racun atau obat-obatan tertentu, cedera fisik, stres berat, ketidakseimbangan hormon, hingga kelainan genetik bawaan.

  • Masa awal dan akhir kehamilan merupakan periode paling rentan terjadinya kematian janin.

  • Tanda janin mati dalam kandungan meliputi cairan abnormal, nyeri perut, demam, dan kontraksi di luar jadwal melahirkan.

  • Diagnosis akurat janin mati dilakukan melalui pemeriksaan USG oleh dokter hewan.

  • Janin yang mati harus segera dikeluarkan untuk mencegah infeksi dan komplikasi medis pada induk.

  • Penanganan dokter meliputi induksi persalinan atau operasi caesar, pemberian antibiotik dan pemberian suplemen progesteron.

Baca Juga: Cara Mengobati Anak Anjing Cacingan yang Terbukti Ampuh

(SA)