Penyebab Anak Kucing Bau dan Cara Mengatasinya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak kucing yang masih menguarkan bau tak sedap meski sudah dimandikan bisa sangat menggangu. Penyebab anak kucing bau pun beragam, berikut beberapa di antaranya menurut PetMD:
Masalah pada mulut dan gigi.
Infeksi kulit.
Gangguan saluran pencernaan atau diare.
Infeksi pada kelenjar anal.
Dengan mendeteksi penyebab anak kucing bau sedini mungkin, pemiliknya dapat mencegah kondisi serius dan membuat kucing tetap nyaman serta keluarga juga tenang.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Mengapa Bau dari Mulut Anak Kucing Bisa Tercium?
Berdasarkan informasi dari PetMD, mulut anak kucing bisa menimbulkan bau tak sedap akibat adanya plak dan tartar (karang gigi). Penyakit sistemik (ginjal atau diabetes) juga dapat menyebabkan mulut anak kucing berbau tak sedap.
Untuk mengatasi bau mulut pada anak kucing, berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
Periksa gigi oleh dokter hewan.
Sikat gigi rutin pakai pasta khusus kucing.
Jika ada penyakit mulut, pengobatan bisa termasuk ekstraksi gigi atau pembersihan profesional.
Kapan Infeksi Kulit pada Anak Kucing Menimbulkan Bau?
Kulit anak kucing yang terinfeksi jamur atau bakteri bisa menjadi sumber bau apek. Selain itu, luka tersembunyi atau abses bisa mengeluarkan bau busuk dari nanah. Penanganan yang bisa dilakukan adalah:
Segera periksakan dan rawat area kulit yang terinfeksi.
Bersihkan dengan antiseptik dan berikan obat sesuai petunjuk vet.
Bagaimana Bau dari Saluran Pencernaan Anak Kucing Timbul?
Menurut PetMD, gangguan pencernaan seperti diare atau akibat parasit seperti giardisis, coccidia, T. foetus dapat menghasilkan feses anak kucing berbau kuat dan encer.
Kondisi seperti obstruksi usus juga menyebabkan bau yang tajam dan menyengat. Penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini, di antaranya:
Kumpulkan sampel tinja dan bawa ke dokter hewan.
Berikan terapi sesuai diagnosis, misalnya, dengan antiparasit, antibiotik, atau diet mudah cerna.
Adakah Bau yang Berasal dari Kelenjar Anal?
Kelenjar anal pada anak kucing akan menghasilkan cairan wangi saat defensif atau stres. Namun jika tersumbat atau terinfeksi, cairannya berbau sangat tajam.
Dikutip dari The Spruce Pets, kelenjar anal anak kucing yang terinfeksi biasanya akan melakukan beberapa hal berikut:
Menggesek-gesek pantat.
Obsesif menjilat area anus.
Untuk mengatasi hal ini, dokter hewan akan melakukan emptying atau flushing kelenjar. Jika ada infeksi, anak kucing juga akan diberikan antibiotik.
Tips Menjaga Anak Kucing Tetap Segar dan Sehat
Agar anak kucing tetap segar dan sehat, pastikan untuk melakukan beberapa hal berikut ini:
Sikat gigi sejak dini, gunakan pasta khusus kucing.
Cek kulit berkala, bersihkan jika terlihat kotor atau berbau.
Perhatikan tinja dan nafsu makan, laporkan perubahan pada dokter hewan.
Mandikan jika kotor dengan sampo lembut khusus kucing.
Pastikan lingkungan bersih, cuci tempat tidur, dan vacuum area favorit.
Kesimpulan
Penyebab anak kucing bau berasal dari mulut, kulit, pencernaan, atau kelenjar anal.
Cek gigi dan mulut untuk mengatasi bau napas.
Periksa kulit anak kucing bila bau apek atau berminyak.
Tangani diare atau parasit yang menghasilkan feses bau.
Bersihkan kelenjar anal jika tercium bau tajam dari area anus.
Bersihkan secara rutin dan cek kondisi anak kucing, serta konsultasi ke dokter hewan bila perlu.
Baca Juga: Penyebab Anak Kucing Baru Lahir Mati dan Cara Mencegahnya
(NDA)
