Konten dari Pengguna

Penyebab Pusing saat Pakai Kacamata Baru dan Cara Mengatasinya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kacamata. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kacamata. Foto: Unsplash

Kacamata kerap dipilih sebagai alat bantu untuk memaksimalkan penglihatan. Namun ketika ingin mengganti atau memakai kacamata baru, biasanya muncul gejala dan keluhan seperti pusing, sakit kepala, dan sensasi seolah lingkungan sekitar berputar. Sebenarnya, apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi? Berikut penjelasan lengkapnya.

Adaptasi Otak terhadap Lensa Baru

Salah satu penyebab utama muncul rasa pusing saat menggunakan kacamata baru adalah proses adaptasi otak. Menurut Better View, otak memerlukan waktu untuk menyesuaikan cara memproses gambar yang diterima melalui lensa baru.

Masa adaptasi ini umumnya berlangsung selama beberapa hari hingga dua minggu. Dalam periode tersebut, otak berusaha menyeimbangkan informasi visual agar penglihatan kembali terasa stabil dan nyaman.

Perbedaan Kekuatan Lensa yang Signifikan

Jika perbedaan ukuran lensa antara kacamata lama dan baru cukup besar, gejala seperti pusing dan rasa tidak stabil semakin terasa. Mengutip Pair Eyewear, perubahan tajam selama proses koreksi penglihatan dapat memengaruhi persepsi kedalaman dan jarak. Akibatnya, otak membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi.

Misalnya, seseorang yang sebelumnya memiliki minus ringan lalu berubah menjadi minus tinggi akan merasa dunia di sekitarnya sedikit "miring" atau "bergerak". Hal ini normal dan tidak mengindikasikan kacamata rusak, melainkan respons adaptasi alami dari mata Anda.

Penggunaan Lensa dengan Fitur Khusus

Pusing juga kerap dialami oleh pengguna lensa multifokal atau progresif. Menurut Primary Eye Care, lensa progresif memiliki zona penglihatan yang berbeda (jarak jauh, menengah, dan dekat) dalam satu kaca. Saat mata bergerak di antara zona ini, terjadi perubahan fokus yang membuat kepala terasa pusing, terutama di awal pemakaian.

Selain progresif, lensa dengan lapisan khusus seperti antiradiasi atau filter biru juga dapat memengaruhi persepsi warna dan cahaya, sehingga otak butuh waktu tambahan untuk menyesuaikannya.

Ukuran dan Posisi Frame Tidak Tepat

Tak hanya lensa, posisi dan ukuran frame juga memengaruhi kenyamanan penglihatan. Dikutip dari Optical Center, jika frame tidak pas atau lensa tidak sejajar dengan pusat penglihatan, mata harus bekerja lebih ekstra untuk fokus. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti pusing, sakit kepala, bahkan mual.

Gangguan Kesehatan Lain yang Memengaruhi

Dalam beberapa kasus, pusing saat memakai kacamata bukan hanya disebabkan oleh lensa atau frame. Pasalnya, kondisi medis seperti vertigo, migrain, atau gangguan vestibular juga bisa memperparah gejala. Jika pusing berlangsung lebih dari dua minggu atau disertai gejala lain seperti penglihatan ganda, segera konsultasikan ke dokter mata atau spesialis.

Tips Mengatasi Pusing karena Kacamata Baru

  • Gunakan kacamata secara konsisten setiap hari agar proses adaptasi berjalan lebih cepat.

  • Hindari menggonta-ganti kacamata lama dan baru.

  • Jika keluhan tidak membaik dalam waktu 1-2 minggu, periksakan kembali diri Anda ke dokter mata.

  • Pastikan posisi frame dan lensa sesuai dengan rekomendasi profesional.

Kesimpulan

Pusing saat menggunakan kacamata baru merupakan kondisi yang umum terjadi karena otak sedang beradaptasi dengan perubahan penglihatan. Faktor lain seperti perbedaan resep yang signifikan, jenis lensa, hingga posisi frame yang kurang tepat juga dapat memengaruhi kenyamanannya.

Gejala ini biasanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan pemakaian yang konsisten. Jika keluhan tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri lebih lanjut untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain yang mendasarinya.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Kacamata Minus dan Silinder serta Cara Memilihnya