Peran Bakteri Pengurai dalam Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika mendengar kata bakteri, banyak orang langsung terbayang penyakit dan kotoran. Padahal, tanpa bakteri pengurai, bumi akan dipenuhi tumpukan bangkai, daun gugur, dan sampah organik yang tidak pernah hilang. Merujuk EcoServants, bakteri pengurai disebut juga sebagai “recycler” yang bekerja di tanah, air, bahkan lingkungan ekstrem seperti mata air panas, untuk memecah sisa makhluk hidup menjadi zat hara yang bisa dipakai kembali oleh tumbuhan. Artinya, peran bakteri pengurai bukan hanya penting bagi kesuburan tanah, tetapi juga menyangkut kelangsungan seluruh rantai makanan. Untuk lebih mengenal bakteri pengurai, simak penjelasan di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Bakteri Pengurai
Secara sederhana, bakteri pengurai adalah kelompok bakteri yang memecah bahan organik mati dan limbah biologis menjadi molekul yang lebih sederhana.
EBSCO Research Starters menjelaskan bahwa tugas pengurai (decomposers), yang mencakup bakteri dan jamur, mengubah sisa daun, bangkai hewan, dan kotoran menjadi zat anorganik seperti mineral dan gas yang kemudian kembali ke tanah, air, atau udara. Proses inilah yang membuat unsur seperti karbon dan nitrogen bisa terus berputar dalam ekosistem.
Dalam konteks ilmu tanah, bakteri pengurai adalah bagian terbesar komunitas mikroba tanah dan bertanggung jawab pada dekomposisi cepat bahan organik yang lunak, misalnya sisa tanaman muda atau limbah dapur. Tanpa aktivitas mereka, nutrien akan “terkunci” di dalam jaringan mati dan tidak bisa diambil lagi oleh akar tanaman.
Peran Bakteri Pengurai dalam Daur Ulang Ekologis
Merujuk Nature Education, peran paling penting bakteri pengurai adalah menggerakkan daur ulang ekologis, terutama karbon dan nitrogen.
Dalam hal ini, bakteri pengurai memecah protein dan senyawa organik kaya nitrogen dari sisa makhluk hidup, lalu melepaskan ion amonium ke dalam tanah. Ion ini kemudian diubah oleh bakteri nitrifikasi menjadi nitrit dan nitrat, bentuk nitrogen yang dapat diserap tanaman.
Microbiology Society turut menjelaskan bahwa tahap awal daur nitrogen (ammonification) dipegang oleh bakteri pengurai dengan cara memecah jaringan mati dan kotoran menjadi amonium. Pada saat yang sama, bakteri pengurai juga membantu melepaskan karbon ke atmosfer dalam bentuk karbon dioksida, sekaligus menyisakan bahan organik yang memperbaiki struktur tanah.
Peran Bakteri Pengurai pada Proses Pengomposan
Review ilmiah di jurnal Composting and its application in bioremediation of organic contaminants yang dipublikasikan oleh NIH menyebut bahwa berbagai jenis bakteri, seperti Bacillus dan Pseudomonas, bersama jamur mampu memecah bahan organik sulit terurai, misalnya lignin dan hidrokarbon, menjadi kompos yang stabil. Dalam proses ini, aktivitas bakteri pengurai tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi pupuk kaya hara.
Studi di Journal of Applied and Advanced Science and Technology pun menunjukkan bahwa campuran bakteri Bacillus sp. dan Lactobacillus sp. mampu mempercepat pelapukan jerami dan kotoran ternak, sekaligus meningkatkan kandungan nitrogen total kompos.
Hasil ini menegaskan bahwa pemanfaatan bakteri pengurai secara terarah dapat menjadi solusi praktis untuk memperbaiki kualitas tanah pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Peran Bakteri Pengurai dalam Rantai Makanan
Dalam rantai makanan, bakteri pengurai berada di tingkat terakhir setelah produsen dan konsumen. Sciencing menjelaskan bahwa pengurai, terutama bakteri, dalam rantai makanan bertugas mengurai sisa tumbuhan dan hewan yang mati, lalu mengembalikan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium ke tanah.
EcoServants menambahkan, tanpa bakteri pengurai, ekosistem akan lumpuh, di mana sisa makhluk hidup menumpuk, unsur hara (kimia atau mineral) terperangkap, dan produktivitas tanah menurun drastis.
Dengan kata lain, peran bakteri pengurai mungkin tidak terlihat, tetapi merekalah “petugas kebersihan” dan “pengelola daur ulang” yang menjaga bumi tetap layak huni bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
Baca juga: 8 Contoh Organisme Uniseluler yang Mudah Ditemukan di Alam
(NDA)
