Perbedaan Scabies dan Jamur pada Kucing: Dari Gejala Hingga Perawatan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masalah kulit pada kucing memang sering membuat pemiliknya khawatir. Dua penyakit yang paling sering muncul adalah scabies dan infeksi jamur. Meski gejalanya terlihat mirip, perbedaan scabies dan jamur pada kucing terletak pada penyebab, gejala, serta cara penanganannya. Simak penjelasan lengkap berikut untuk memahami perbedaan keduanya agar pemilik kucing bisa memberikan perawatan yang tepat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Penyebab Infeksi
Mengutip laman PetMD, penyebab scabies dan jamur pada kucing berbeda secara mendasar.
Scabies: Penyakit ini disebabkan oleh tungau mikroskopis bernama Notoedres cati atau Sarcoptes scabiei. Kucing bisa tertular melalui kontak langsung dengan hewan lain yang terinfeksi.
Jamur: Infeksi jamur pada kucing (ringworm) disebabkan oleh jamur dermatofit seperti Microsporum canis. Jamur tumbuh di lapisan luar kulit, bulu, dan kuku. Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan lain yang terinfeksi atau dari lingkungan yang terpapar spora jamur.
2. Gejala Infeksi
Berdasarkan penjelasan dari Vetstreet, gejala scabies dan jamur pada kucing memiliki perbedaan yang cukup jelas jika diperhatikan dengan cermat.
Scabies: Kucing yang terkena scabies akan mengalami gatal hebat hingga terus menggaruk atau menggigit kulitnya sendiri. Kulit tampak kemerahan, rambut rontok tidak merata, dan muncul kerak tebal disertai bintik merah atau benjolan kecil.
Jamur: Infeksi jamur ditandai dengan bercak melingkar atau tidak beraturan tanpa bulu. Area kulit tampak kemerahan, bersisik, atau berkerak halus. Rambut di sekitar bercak mudah rontok, dan terkadang tampak perubahan warna pada kulit atau bulu.
3. Bentuk Luka
Perbedaan lain bisa dilihat dari bentuk luka yang muncul di kulit kucing.
Scabies: Luka tampak berkerak tebal dengan bintik-bintik merah kecil atau benjolan, biasanya ditemukan di telinga, leher, dan bawah dada.
Jamur: Luka akibat jamur biasanya berupa bercak melingkar atau tidak beraturan tanpa bulu. Area ini sering muncul di wajah, kaki, ekor, atau punggung, dan dapat meluas bila tidak ditangani.
4. Cara Perawatan Luka
Mengutip laman Cornell Feline Health Center dan Small Door Veterinary, berikut perbedaan cara penanganan scabies dan jamur pada kucing.
Scabies: Pengobatan scabies biasanya meliputi pemberian obat topikal, celupan kapur-sulfur, dan obat antiinflamasi sesuai resep dokter hewan. Beberapa kasus juga memerlukan perawatan oral atau suntikan antiparasit. Waktu penyembuhan bervariasi, tergantung tingkat keparahan dan respons kucing terhadap pengobatan.
Jamur: Jika kucing didiagnosis menderita jamur, dokter biasanya akan memberikan obat antijamur topikal dan pengobatan sistemik. Terapi topikal membantu mempercepat penyembuhan dan mencegah penyebaran spora ke lingkungan sekitar. Proses penyembuhan jamur bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung daya tahan tubuh kucing dan kebersihan lingkungan.
Baca Juga: 10 Kucing Bulu Lebat yang Populer Sebagai Hewan Peliharaan
(SA)
