Konten dari Pengguna

Perbedaan Ular Welang dan Weling: Kenali Ciri-ciri Fisik, Habitat, dan Bahayanya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Ular weling. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ular weling. Foto: Pixabay

Ciri fisik ular welang (Bungarus fasciatus) dan weling (Bungarus candidus) yang mirip sering kali menimbulkan kebingungan saat dikenali di alam. Keduanya termasuk ular berbisa yang berada dalam satu genus Bungarus dan famili Elapidae. Meskipun serupa, terdapat beberapa perbedaan ular welang dan weling yang bisa dijadikan acuan. Simak penjelasan di artikel berikut ini mencakup bentuk tubuh, pola warna, habitat, perilaku, hingga kadar racunnya.

1. Bentuk Tubuh Ular

Ular welang dikenal juga dengan sebutan Banded Krait, sedangkan ular weling disebut Malayan Krait. Keduanya dapat dibedakan melalui bentuk kepala, ekor, dan bagian perut.

  • Kepala: Ular weling memiliki bentuk kepala lebih lonjong, sementara welang cenderung menyatu dengan leher.

  • Ekor: Ekor welang berujung tumpul, sedangkan ekor weling runcing.

  • Perut: Pada ular welang, pola belang melingkar penuh hingga bagian bawah tubuh. Sementara itu, pada weling, belangnya hanya sampai punggung, dengan bagian perut berwarna putih polos.

2. Pola Warna Ular

Perbedaan paling mencolok terlihat dari pola belang di tubuhnya. Berikut cara membedakannya menurut laman Thai National Parks:

  • Ular Welang: Pola belang hitam dan kuning tampak rapi dan konsisten, melingkar sempurna di sekujur tubuh hingga ke perut. Bentuk penampang tubuhnya sedikit segitiga.

  • Ular Weling: Pola belang hitam kecokelatan atau hitam kebiruan diselingi ruang putih kekuningan yang tidak selalu simetris. Penampang tubuh ular weling tampak lebih membulat dibandingkan welang.

3. Habitat Ular

Meski sama-sama ditemukan di Asia Tenggara, habitat ular welang dan weling memiliki sedikit perbedaan.

  • Ular Welang: Umumnya hidup di berbagai tipe habitat, mulai dari hutan, lahan pertanian, hingga area dekat pemukiman.

  • Ular Weling: Lebih sering ditemukan di hutan lembap, perkebunan, dan daerah dekat air.

4. Perilaku Ular

Menurut laman iNaturalist, perilaku kedua spesies ini juga berbeda, terutama dalam hal agresivitas. Berikut perbedannya:

  • Ular Welang: Termasuk ular yang tenang dan tidak agresif. Ia aktif pada malam hari untuk mencari makan. Mangsa utamanya adalah ular lain, ikan, katak, kadal, dan telur ular.

  • Ular Weling: Bersifat nokturnal dan menjalani kehidupan soliter. Meski umumnya lamban, ular ini bisa bergerak cepat saat melarikan diri atau merasa terancam. Ketika diprovokasi, weling dapat menyerang secara tiba-tiba dan agresif tanpa peringatan.

5. Tingkat Bahaya

Kedua jenis ular ini memiliki bisa neurotoksin, yaitu racun yang menyerang sistem saraf. Menurut laman A-Z Animals, gejala awal gigitan dari kedua jenis ini meliputi mual, muntah, sakit kepala, sakit perut, hingga diare. Pada kasus berat, bisa menyebabkan kematian akibat mati lemas karena otot pernapasan lumpuh total.

  • Ular Welang: Meskipun terlihat jinak, racunnya tetap berbahaya. Gigitan welang dapat menyebabkan kehilangan kesadaran, terutama bila tidak segera ditangani.

  • Ular Weling: Gigitan weling sering tidak meninggalkan bekas luka yang jelas, karena bekas gigitannya sangat kecil. Efek racunnya bisa sangat berdampak fatal.

Baca Juga: 4 Ular Terbesar di Dunia yang Berbisa dan Tak Berbisa

(SA)