Konten dari Pengguna

Perbedaan Ular Welang dan Weling: Kenali Ciri-ciri Fisik, Habitat, dan Bahayanya

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
16 Oktober 2025 17:16 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Perbedaan Ular Welang dan Weling: Kenali Ciri-ciri Fisik, Habitat, dan Bahayanya
Apa saja perbedaan ular welang dan weling? Simak pembahasan di artikel ini mengenai ciri-ciri fisik dan perilaku yang membedakannya.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
 Ilustrasi Ular weling. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ular weling. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Ciri fisik ular welang (Bungarus fasciatus) dan weling (Bungarus candidus) yang mirip sering kali menimbulkan kebingungan saat dikenali di alam. Keduanya termasuk ular berbisa yang berada dalam satu genus Bungarus dan famili Elapidae. Meskipun serupa, terdapat beberapa perbedaan ular welang dan weling yang bisa dijadikan acuan. Simak penjelasan di artikel berikut ini mencakup bentuk tubuh, pola warna, habitat, perilaku, hingga kadar racunnya.
ADVERTISEMENT

1. Bentuk Tubuh Ular

Ular welang dikenal juga dengan sebutan Banded Krait, sedangkan ular weling disebut Malayan Krait. Keduanya dapat dibedakan melalui bentuk kepala, ekor, dan bagian perut.

2. Pola Warna Ular

Perbedaan paling mencolok terlihat dari pola belang di tubuhnya. Berikut cara membedakannya menurut laman Thai National Parks:
ADVERTISEMENT

3. Habitat Ular

Meski sama-sama ditemukan di Asia Tenggara, habitat ular welang dan weling memiliki sedikit perbedaan.

4. Perilaku Ular

Menurut laman iNaturalist, perilaku kedua spesies ini juga berbeda, terutama dalam hal agresivitas. Berikut perbedannya:
ADVERTISEMENT

5. Tingkat Bahaya

Kedua jenis ular ini memiliki bisa neurotoksin, yaitu racun yang menyerang sistem saraf. Menurut laman A-Z Animals, gejala awal gigitan dari kedua jenis ini meliputi mual, muntah, sakit kepala, sakit perut, hingga diare. Pada kasus berat, bisa menyebabkan kematian akibat mati lemas karena otot pernapasan lumpuh total.
(SA)