Konten dari Pengguna

Persiapan Menyambut Anak Anjing Baru, Apa Saja?

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak anjing. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak anjing. Foto: Pexels

Memelihara anak anjing baru bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menantang. Anda perlu mempersiapkan segala kebutuhannya dengan teliti. Menurut AKC dan PetMD, persiapan menyambut anak anjing baru, di antaranya.

  • Puppy-proofing berupa mengamankan kabel, benda kecil, bahan berbahaya seperti obat, tanaman toksik, serta sampah.

  • Pasang baby gates atau area terbatas agar anak anjing tak masuk ke ruangan berbahaya.

  • Sediakan crate atau pet bed. Pastikan telah dipasang sebelum kedatangannya untuk membantu anak anjing merasa aman.

  • Mangkuk makan dan air (stainless/keramik dan anti-slip).

  • Makanan anak anjing berkualitas.

  • Grooming tools mulai dari sikat untuk bulu, sabun, sampo, gunting kuku, dan sikat gigi.

  • Toys dan chew toys untuk teething dan stimulasi. Pilih yang aman dan kuat.

  • Collar, harness, leash, dan ID tag untuk identifikasi dan keamanan saat jalan-jalan.

  • Enzyme cleaner dan poop bags untuk membersihkan anak anjing dari urine atau kotoran.

Daftar isi

Kapan Anak Anjing Harus Vaksinasi?

Selain mempersiapkan hal-hal di atas, pastikan juga untuk melakukan vaksinasi pada anak anjing. Berikut ketentuannya:

  • Konsultasi ke dokter hewan dalam 3–4 minggu pertama untuk vaksinasi dasar, deworming, dan periksa kesehatan.

  • Vaksin awal umumnya meliputi parvo, distemper, dan rabies (sesuai panduan dokter hewan).

  • Diskusikan microchipping, asuransi hewan, dan jadwal kunjungan berikutnya dengan dokter hewan.

Baca Juga: Urutan Vaksin Anak Anjing sesuai Usianya yang Tepat

Cara Memantau Kesehatan Anak Anjing

Ilustrasi anak anjing. Foto: Pexels

Dikutip dari AKC, berikut daftar periksa harian singkat yang akan membantu menjaga kesehatan anak anjing Anda:

  1. Periksa kulit dan bulu anak anjing. Pastikan tak ada jamur, kutu, serangga, atau apa pun yang tak seharusnya ada di sana.

  2. Perhatikan anak anjing suka menggaruk atau menggosok telinganya secara berlebihan.

  3. Periksa kakinya untuk melihat apakah ada luka atau lecet.

  4. Pastikan matanya bersih, tak ada kotoran atau kemerahan.

  5. Perhatikan fesesnya untuk melihat apakah ada masalah pada sistem pencernaannya.

Tips Memilih Makanan dan Camilan untuk Anak Anjing

Merujuk Huft Blog, anak anjing adalah omnivora yang berarti pemakan segalanya. Anda dapat memulainya dengan memberi mereka makanan buatan sendiri dan kemudian beralih ke makanan anak anjing yang bergizi (kibble).

Menambahkan makanan basah ke dalam makanan anak anjing juga merupakan cara yang bagus untuk memastikan mereka terhidrasi. Jika memberi anak anjing makanan kemasan, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Kalsium untuk perkembangan tulang dan gigi.

  • Protein berkualitas tinggi untuk perkembangan tubuh.

  • DHA dan EPA untuk penglihatan serta perkembangan otak.

  • Lemak dan karbohidrat untuk energi.

  • Serat, vitamin, dan mineral.

  • Berlabel AAFCO (Approved Puppy Food).

Jenis Latihan untuk Anak Anjing

Melatih anak anjing perlu dilakukan secara konsisten. Jika tidak, anak anjing mungkin akan membangkang atau melakukan perilaku yang tak menyenangkan. Menurut PetMD, selama waktu ini, keterampilan yang perlu dilatih meliputi:

  • Sosialisasi: Sosialisasi meliputi memperkenalkan anak anjing ke orang, hewan, benda, dan lingkungan baru.

  • Low-stress handling: Ini meliputi menyentuh telinga anak anjing, mengangkat bibirnya, menyentuh gusi dan giginya, bermain dengan kaki dan perutnya, serta menggerakkan ekornya dengan ringan.

  • Pelatihan kemandirian: Langkah terpenting dalam pelatihan kemandirian adalah memastikan anak anjing memiliki tempat khusus untuk tidur di tempat yang tidak bersama Anda.

  • Housetraining: Untuk membuat anak anjing merasa nyaman di rumah, dan tak menyendiri di kandang atau tempat tidurnya.

Kesimpulan

  • Persiapan menyambut anak anjing baru bisa dengan membersihkan rumah, menyiapkan perlengkapannya, pantau kesehatan, dan latih mereka secara konsisten.

  • Lakukan pemeriksaan ke dokter hewan secara rutin setiap 3-4 minggu pertama untuk vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan anak anjing secara menyeluruh.

  • Berikan makanan yang mengandung DHA, EPA, protein, kalsium, serat, vitamin, mineral, lemak, dan karbohidrat.

  • Jika memilih makanan kemasan pastikan terdapat label AAFCO (Approved Puppy Food).

  • Latihan yang bisa diberikan pada anak anjing, yakni sosialisasi, low-stress handling, pelatihan kemandirian, dan houstraining.