Plastik Terbuat dari Apa? Ini Bahan Dasar Pembuatannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Plastik merupakan salah satu bahan yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran jika banyak orang penasaran, sebenarnya plastik terbuat dari apa. Material ini kerap dipilih karena sifatnya yang ringan, tahan lama, dan tidak mudah berkarat. Untuk memahami lebih jelas, simak penjelasan lengkap mengenai bahan baku, proses pembuatan, hingga contoh dan penggunaannya dalam artikel ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Bahan Dasar Plastik
Secara umum, plastik bisa diproduksi dari sumber daya alam maupun sumber sintetis. Berikut beberapa material yang sering digunakan:
Plastik sintesis: berasal dari batu bara, gas alam, dan minyak mentah.
Plastik biodegradeble (bioplastik): berasal dari sumber terbarukan, misalnya selulosa, karbohidrat, pati, lemak nabati, minyak tumbuhan, bakteri, atau zat biologis lainnya.
2. Tahapan Membuat Plastik
Mengutip laman British Plastics Federation (BPF), proses pembuatan plastik melalui beberapa tahap, antara lain:
Ekstraksi bahan baku: Dilakukan dengan pengeboran untuk mengambil minyak mentah, gas alam, atau batu bara.
Proses pemurnian: minyak mentah didistilasi di kilang minyak, kemudian dipisahkan menjadi fraksi-fraksi yang lebih ringan.
Polimerisasi: Monomer seperti etilena, propilena, dan butilena digabungkan membentuk polimer atau resin plastik. Itulah sebabnya kata "poli" muncul dalam nama umum berbagai jenis plastik.
Peracikan/pemrosesan: Berbagai bahan dicampur dengan cara dilelehkan untuk membuat formula pastik, lalu dibentuk menjadi produk plastik dengan ukuran, warna, dan desain sesuai kebutuhan.
3. Jenis-Jenis Plastik
Menurut Ensiklopedia Bahan Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari karya Keni Andewi, plastik dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu:
Termoplastik: Plastik yang akan melunak saat dipanaskan dan kembali mengeras saat didinginkan. Contohnya, akrilonitril butadiena stirena (ABS), polikarbonat (PC), polivinil klorida (PVC), polietilena (PE), polivinil klorida (PVC), polipropilena (PP), polistirena (PS), hingga polietilena tereftalat (PET).
Termoset: Plastik yang mengeras saat dipanaskan dan tidak bisa dilunakkan kembali. Contohnya, Poliuretana (PUR), resin poliester tak jenuh (UP), epoksida (EP), fenol-formaldehida (PF).
4. Beberapa Contoh Plastik dan Kegunaannya
Mengutip laman Waste4Change, berikut beberapa jenis plastik dan penggunaannya:
PET (Polyethylene Terephthalate): Banyak dipakai pada botol minuman dan kemasan makanan karena mampu mencegah oksigen masuk ke dalam produk.
HDPE (High Density Polyethylene): Digunakan untuk botol susu, botol sampo, wadah obat, hingga kantong belanja.
PVC (Polyvinyl Chloride): Dipakai pada mainan, botol deterjen, kemasan plastik, binder lepas, hingga peralatan medis seperti kantong darah dan tabung medis.
LDPE (Low Density Polyethylene): Banyak ditemukan pada kantong belanja, plastik pembungkus, wadah penyimpanan makanan, gelas minuman, hingga lapisan karton susu.
PP (Polypropylene): Digunakan untuk wadah makanan panas, suku cadang mobil, popok bayi, dan pembalut wanita.
PS (Polystyrene/styrofoam): Dipakai untuk wadah makanan sekali pakai, karton telur, kemasan, hingga helm sepeda.
Baca Juga: Proses Efek Rumah Kaca dan Dampaknya bagi Kehidupan di Bumi
(SA)
