Proses Penyerbukan Bunga dari Awal hingga Terjadi Pembuahan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyerbukan merupakan bagian penting dalam reproduksi tumbuhan berbunga. Proses penyerbukan bunga terjadi ketika serbuk sari berpindah dari bagian jantan ke bagian betina bunga sehingga memungkinkan terjadinya pembuahan. Setelah dibuahi, bunga membentuk buah dan biji sebagai hasil akhir dari siklus reproduksi tersebut. Penyerbukan dapat dibantu oleh berbagai agen penyerbuk, seperti serangga, burung, hingga angin. Simak uraian lengkap mengenai mekanisme penyerbukan pada artikel di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Bunga Menarik Penyerbuk
Untuk menarik penyerbuk, bunga mengembangkan berbagai struktur tertentu yang sesuai dengan kebutuhan setiap penyerbuk. Misalnya, warna kelopak yang cerah, aroma yang khas, hingga ketersediaan nektar yang menjadi daya tarik utama untuk membantu meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi.
2. Proses Transfer Serbuk Sari
Serbuk sari berpindah ke bunga lain dari spesies yang sama dengan bantuan berbagai penyerbuk. Mengutip informasi dari laman Smithsonian Gardens, berikut beberapa penyerbuk:
Lebah: Mengambil nektar sebagai sumber energi saat mereka terbang untuk memindahkan serbuk sari ke bunga berikutnya.
Kupu-kupu: Mengisap nektar melalui belalai panjang sambil membawa serbuk sari.
Lalat: Ada yang tertarik pada bunga harum, ada pula yang mendatangi bunga berbau busuk.
Ngengat: Aktif pada malam hari dan menjadi penyerbuk utama bunga yang mekar malam hari.
Kumbang: Masuk ke dalam bunga untuk mencari makanan atau pasangan sehingga membantu distribusi serbuk sari.
Burung: Burung kolibri dan burung pengisap nektar lainnya memindahkan serbuk sari lewat kepala mereka saat mencari nektar.
Kelelawar: Sangat penting untuk penyerbukan bunga di malam hari.
Angin: Menyebarkan serbuk sari pada tanaman seperti biji-bijian, rumput, dan banyak jenis pohon tanpa bantuan hewan.
3. Proses Penyerbukan Bunga
Penyerbukan diawali ketika serbuk sari, yang berisi gamet jantan, mendarat di kepala putik (stigma), yaitu bagian yang menerima serbuk sari. Mengacu pada buku Ensiklopedia Plantae: Jenis-jenis Tumbuhan Berbiji karya Erlita Mega, terdapat beberapa jenis penyerbukan:
Penyerbukan sendiri (Autogami): Serbuk sari berasal dari bunga yang sama. Proses ini sering mengurangi keragaman genetik.
Penyerbukan silang (Alogami): Serbuk sari berasal dari bunga pada tanaman lain tetapi masih dalam spesies yang sama. Metode ini meningkatkan variasi genetik.
Penyerbukan tetangga (Geitonogami): Serbuk sari berasal dari bunga lain, tetapi masih pada satu tanaman induk.
Penyerbukan hibrida (Bastar): Serbuk sari berasal dari tanaman dengan jenis berbeda.
4. Terjadi Proses Pembuahan
Setelah serbuk sari menempel di kepala putik, butiran tersebut berkecambah dan membentuk tabung serbuk sari (pollen tube). Tabung ini tumbuh sepanjang tangkai putik menuju ovarium, tempat bakal biji berada. Ketika sel sperma mencapai bakal biji, terjadilah pembuahan. Bakal biji mulai berkembang menjadi biji.
5. Penyebaran Biji
Buah dan biji yang telah terbentuk selanjutnya harus menyebar agar tanaman baru dapat tumbuh jauh dari induknya. Berdasarkan laman Wild Earth Lab, banyak tanaman mengandalkan hewan untuk penyebaran biji. Hewan memakan buah, kemudian membawa bijinya dan mengeluarkannya melalui kotoran di tempat lain. Selain hewan, ada pula tanaman yang memanfaatkan angin, air, atau gravitasi sebagai metode penyebaran biji.
6. Perkecambahan dan Pertumbuhan
Setelah tersebar, biji akan berkecambah menjadi tunas kecil ketika kondisi lingkungan mendukung. Tunas tersebut kemudian tumbuh menjadi tanaman dewasa. Saat mencapai fase berbunga, tanaman akan kembali memulai siklus penyerbukan yang sama.
Baca Juga: Struktur Bunga Mawar dan Fungsi Utama Setiap Bagiannya
(SA)
