Proses Terjadinya Angin dan Jenis-jenisnya di Alam

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Angin diartikan sebagai aliran udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah. Proses terjadinya angin berlangsung melalui serangkaian tahapan yang dipengaruhi oleh posisi matahari, waktu dan letak geografis suatu wilayah. Faktor-faktor ini menimbulkan perbedaan tekanan udara yang menjadi dasar terbentuknya angin. Artikel ini akan menguraiakn secara lebih lengkap bagaimana proses angin tercipta di alam.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Perbedaan Penyinaran Matahari
Menurut laman U.S Energy Information Administration, angin terbentuk karena pemanasan permukaan bumi yang tidak merata. Permukaan bumi terdiri atas daratan dan lautan yang memiliki kemampuan berbeda dalam menyerap panas. Akibatnya, udara di atas permukaan yang lebih panas akan ikut menghangat dan naik ke atmosfer. Ketika udara panas naik, tekanan udara di area tersebut menurun. Inilah yang menjadi awal mula perbedaan tekanan di area tersebut.
2. Terjadi Pengembangan atau Pemuaian Udara
Perbedaan suhu di suatu tempat akan menyebabkan pengembangan atau pemuaian udara. Daerah yang lebih panas memiliki tekanan rendah karena udaranya mengembang dan naik ke atas, sedangkan daerah yang lebih dingin memiliki tekanan tinggi. Perbedaan tekanan di dua tempat menjadi dasar dari terjadinya angin.
3. Terjadinya Gerakan Udara
Adanya perbedaan tekanan udara dapat mengakibatkan pergerakan massa udara dari satu lokasi ke lokasi lain. Seperti dijelaskan oleh laman Energy Education, massa udara akan cenderung mengalir dari wilayah bertekanan tinggi ke wilayah bertekanan rendah. Pergerakan ini menghasilkan aliran udara horizontal yang dikenal sebagai angin. Semakin besar perbedaan tekanannya, semakin kencang pula hembusan angin yang terjadi.
4. Jenis-Jenis Angin
Hembusan angin memiliki berbagai jenis dengan karakteristik berbeda. Mengutip buku Angin Puting Beliung karya Febby Mutiara Rahayu, berikut beberapa jenis angin yang umum dikenal:
Angin lokal: jenis angin yang hanya berhembus di wilayah dan waktu tertentu saja. Contohnya seperti, angin darat dan angin laut, angin lembah dan angin gunung, serta angin jatuh (fohn).
Angin musim: jenis angin yang berhembus secara periodik minimal tiga bulan dan memiliki pola yang berlawanan yang berganti arah setiap periode tertentu. Contohnya angin tetap dan angin muson.
Angin geostropik dan gradien: angin geostropik adalah angin yang mengalir di sekitar dan sejajar garis-garis isobar yang lurus tanpa mengalami gaya gesekan dari permukaan bumi. Sedangkan angin gradien adalah angin yang bertiup di sekitar dan sejajar garis isobar yang melengkung tanpa mengalami gaya gesekan dari permukaan bumi.
Angin siklon dan antisiklon: angin siklon terjadi jika suatu daerah bertekanan rendah dikelilingi oleh tekanan udara yang tinggi. Ini menyebabkan udara bergerak masuk ke pusat, lalu membentuk lingkaran. Sementara angin antisiklon berkebalikan dari angin siklon, yaitu terbentuk di daerah yang bertekanan tinggi dikelilingi tekanan rendah.
Baca Juga: Cara Terbentuknya Embun di Pagi Hari Melalui Proses Kondensasi
(SA)
