Sejarah Bulu Tangkis di Dunia dan Indonesia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulu tangkis atau badminton kini menjadi salah satu cabang olahraga paling populer di dunia. Sebelum seperti sekarang, bulu tangkis lebih melewat perjalanan panjang. Penasaran seperti apa sejarah bulu tangkis di dunia dan Indonesia? Simak informasinya berikut ini.
Jejak Awal Permainan Battledore
Menurut BBC, asal mula bulu tangkis berawal dari pertengahan abad ke-19. Kala itu, para perwira militer Inggris yang ditempatkan di India memainkan permainan sederhana bernama battledore. Inti dari permainan ini adalah menjaga shuttlecock tetap berada di udara selama mungkin tanpa menyentuh tanah.
Sejarah Bulu Tangkis di Inggris
Seperti halnya banyak cabang olahraga raket lainnya, bulu tangkis pada awalnya menjadi hiburan bagi kalangan kelas atas di Inggris. Mengutip laman Britannica, permainan ini dimainkan di rumah-rumah bangsawan sebagai ajang sosial.
Alih-alih berkompetisi untuk meraih poin, mereka lebih menekankan pada aspek kesenangan, yaitu mempertahankan rally selama mungkin.
Perubahan besar terjadi ketika permainan ini dibawa ke Inggris oleh perwira yang kembali dari India. Di kediaman Duke of Beaufort di Gloucestershire, yang dikenal sebagai Badminton House, permainan tersebut mulai dimainkan dengan aturan baru, termasuk penggunaan lapangan dan net. Dari sinilah nama badminton lahir dan mulai digunakan secara luas.
Bulu Tangkis Menyebar ke Eropa
Setelah populer di Inggris, bulu tangkis secara bertahap menyebar ke negara-negara Eropa lain. Pada akhir abad ke-19, sejumlah klub bulu tangkis mulai berdiri, salah satunya Bath Badminton Club yang berdiri pada tahun 1877. Klub ini berperan penting dalam merumuskan peraturan awal permainan dan menjadi dasar bagi standar internasional.
Pembentukan Federasi Bulu Tangkis Internasional
Dikutip dari laman Badminton Western Australia, aturan formal bulu tangkis semakin berkembang seiring meningkatnya minat publik. Pembentukan Federation of Badminton di Inggris menjadi langkah awal menuju regulasi resmi yang diakui dunia.
Selanjutnya, pada tahun 1934, berdirilah International Badminton Federation (IBF) yang kini dikenal sebagai Badminton World Federation (BWF). Organisasi ini menjadi otoritas utama dalam mengatur kompetisi dan perkembangan olahraga bulu tangkis global.
Bulu Tangkis Masuk dalam Olimpiade
Seiring meningkatnya popularitas, bulu tangkis akhirnya masuk dalam cabang olahraga Olimpiade. Sejak tahun 1992 di Barcelona, bulu tangkis resmi dipertandingkan dengan lima nomor, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.
Kehadiran bulu tangkis di Olimpiade bukan hanya mengangkat martabat olahraga ini, tetapi juga membuka jalan bagi atlet-atlet dari Asia, terutama Indonesia, Tiongkok, dan Korea Selatan, untuk unjuk gigi di panggung dunia.
Popularitas Bulu Tangkis di Indonesia
Bulu tangkis mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930, setelah sebelumnya lebih dulu diperkenalkan Inggris di wilayah jajahannya seperti Malaysia dan Singapura.
Mengutip Buku Ajar Bulu Tangkis Dasar susunan Taufik Hidayat dkk., pada tahun 1933 lahir komunitas bulu tangkis di Jakarta dengan nama Bataviase Badminton Bond dan Bataviase Badminton League. Kedua komunitas ini kemudian bersatu dan menjadi cikal bakal organisasi bulu tangkis di Tanah Air.
Perkembangan olahraga ini cukup pesat hingga akhirnya resmi didirikan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai induk organisasi nasional pada tahun 1951.
Dua tahun kemudian, tepatnya 1953, PBSI mendaftarkan diri sebagai anggota Badminton World Federation (BWF) serta mulai menyusun regulasi dan tujuan untuk memajukan bulu tangkis di Indonesia.
Sejak saat itu, bulu tangkis tidak hanya menjadi olahraga populer di masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu cabang olahraga kebanggaan. PBSI bahkan berhasil melahirkan banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa melalui Olimpiade dan berbagai kejuaraan dunia.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Pramuka Dunia, Begini Asal-Usulnya
