Konten dari Pengguna

Sejarah Candi Prambanan yang Masuk Warisan Dunia UNESCO

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pekerja revitalisasi Candi Nandi, salah satu candi di dalam kompleks Candi Prambanan, sebuah situs candi Hindu abad ke-9 yang diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 30 Juli 2025.  Foto: Devi Rahman/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja revitalisasi Candi Nandi, salah satu candi di dalam kompleks Candi Prambanan, sebuah situs candi Hindu abad ke-9 yang diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 30 Juli 2025. Foto: Devi Rahman/AFP

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang yang terletak di Sleman, Yogyakarta, merupakan salah satu warisan dunia yang diakui UNESCO. Candi ini menjulang indah dan ramping dengan ketinggian mencapai 47 meter. Seperti apa sejarah Candi Prambanan? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Pembangunan Pertama

Dikutip dari buku Seni Rupa Indonesia dalam Perspektif Sejarah susunan Purwo Prihatin S.Sn., M.Hum, Candi Prambanan pertama kali dibangun pada tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan. Candi Hindu ini didirikan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan Candi Sewu.

Di samping itu, pembangunan candi ini juga diduga untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya di Jawa. Sebagai informasi, hal ini berkaitan dengan teori persaingan wangsa kembar yang berbeda keyakinan, yaitu wangsa Sanjaya (Hindu) dan wangsa Sailendra (Buddha).

Meskipun teori di atas masih dugaan, tapi sudah pasti pembangunan Candi Prambanan menunjukkan bahwa Hinduisme mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya cenderung mendukung Buddha aliran Mahayana.

Pembangunan Bertahap Turun-Temurun

Pembangunan Candi Prambanan tak selesai di periode kekuasaan satu raja, tapi dibangun secara berkelanjutan. Diawali oleh raja Rakai Pikatan, lalu disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala serta Raja Balitung Maha Sambu.

Menurut Prasasti Siwagrha, pada tahun 856 M, pembangunan candi ini juga ditujukan untuk memuliakan Dewa Siwa. Itulah mengapa kompleks Candi Prambanan dikenal juga dengan nama Siwagrha yang berarti 'Rumah Siwa' dan Siwalaya yang berarti 'Ranah Siwa' atau 'Alam Siwa'.

Bangunan Candi Prambanan terus disempurnakan secara berkala oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti raja Daksa dan raja Tulodong. Pembangunan kompleksnya juga diperluas dengan membangun ratusan candi di sekitar candi utama.

Candi Prambanan Ditelantarkan

Merujuk informasi di laman Kapanewon Prambanan Sleman Kabupaten, sekitar tahun 930-an, Candi Prambanan sempat ditelantarkan karena ibu kota kerajaan berpindah ke Jawa Timur oleh Mpu Sendok yang mendirikan wangsa Isyana.

Penyebab ibu kota berpindah tidak diketahui pasti, tetapi kemungkinan besar karena letusan hebat Gunung Merapi yang menjulang sekitar 20 kilometer di utara Candi Prambanan. Penyebab lainnya juga bisa karena peperangan akibat perebutan kekuasaan.

Setelah perpindahan ibu kota, Candi Prambanan perlahan-lahan mulai rusak dan runtuh. Lalu diduga benar-benar runtuh akibat gempa bumi pada abad ke-16.

Lahirnya Dongeng Roro Jonggrang

Setelah beberapa tahun berlalu, sisa reruntuhan Candi Prambanan ditemukan oleh penduduk lokal. Namun, mereka tidak tahu latar belakang pembangunan candi yang megah itu.

Akhirnya, rakyat menciptakan dongeng yang mengatakan bahwa Candi Prambanan dibuat dalam waktu semalam oleh jin demi seorang putri cantik. Kisah ini sampai sekarang dikenal dalam Dongeng Roro Jonggrang.

Candi Prambanan Dibangun Ulang

Candi Prambanan mulai dibangun kembali pada 1902 oleh Theodoor van Erp. Ia merupakan tentara di bidang teknik yang berasal dari Ambon.

Kemudian pada 1918, pemugaran dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih sistematis sesuai kaidah arkeologi. Prosesnya berjalan cukup lama hingga akhirnya rampung pada 1953, kemudian diresmikan oleh Presiden Sukarno.

Baca Juga: 5 Larangan di Candi Prambanan yang Wajib Dipatuhi Pengunjung