Konten dari Pengguna

Sejarah Gohu Ikan: Sashimi khas Ternate yang Kaya Protein

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
6 Januari 2026 10:28 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Sejarah Gohu Ikan: Sashimi khas Ternate yang Kaya Protein
Cari tahu sejarah gohu ikan, sashimi lokal asal Ternate yang kaya protein, dalam uraian berikut ini.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi gohu ikan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gohu ikan. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Sejarah gohu ikan berawal dari kebiasaan nelayan Ternate yang menikmati ikan segar langsung di laut tanpa harus dimasak dengan api. Di Maluku Utara, cara makan ini kemudian berkembang menjadi hidangan khas daerah yang dikenal luas hingga sekarang. Karena menggunakan ikan mentah yang dibumbui oleh asam jeruk dan garam, gohu ikan sering dijuluki sebagai “sashimi Ternate”. Untuk lebih mengenal kuliner gohu ikan dari Ternate, simak terus uraian ini.
ADVERTISEMENT

Asal Usul Gohu Ikan di Kalangan Nelayan Ternate

Kuliner gohu ikan diperkirakan telah muncul sejak abad ke-14. Pada masa itu, Kesultanan Ternate berkembang sebagai pusat perdagangan cengkih dan rempah dunia. Banyak nelayan harus melaut berhari-hari di Laut Sulawesi dan Laut Banda.
Karena keterbatasan peralatan dan tidak selalu tersedia api, mereka mengolah ikan hasil tangkapan dengan cara paling praktis. Ikan dipotong kecil, diberi garam, lalu disiram perasan jeruk lokal yang dikenal sebagai lemon cui.
Menurut buku Gastronomi Pariwisata di Indonesia karya Dimas Adika, dkk., gohu ikan sebagai kuliner pesisir yang lahir dari kebutuhan sehari-hari, kemudian berkembang menjadi ikon budaya daerah.
Dalam bahasa Ternate, kata “gohu” berarti mengunyah sesuatu yang mentah. Dari istilah inilah nama gohu ikan berasal, yaitu kebiasaan makan ikan tanpa dimasak dengan api.
ADVERTISEMENT

Bahan dan Teknik Memasak Gohu Ikan

Gohu ikan biasanya menggunakan ikan laut segar seperti tuna atau cakalang. Ikan dipotong dadu kecil, lalu dilumuri air jeruk lemon cui dan garam hingga teksturnya mengencang dan bau amis berkurang. Proses ini mirip dengan teknik ceviche, yaitu memasak ikan menggunakan asam, bukan panas.
Setelah itu, ikan dicampur bawang merah iris, cabai rawit, daun kemangi, serta kenari sangrai yang ditumbuk kasar. Sebagai sentuhan akhir, minyak kelapa panas disiramkan untuk mengeluarkan aroma rempah.
Dalam buku Makanan Tradisional susunan Muhammad Assagaf, dkk., gohu ikan digambarkan memiliki rasa segar, asam, gurih, dan harum. Hidangan ini sering disantap bersama sagu, singkong rebus, atau pisang rebus.
Penelitian Kuliner Bergizi Berbasis Budaya dari Universitas Negeri Gorontalo juga menyebut gohu ikan sebagai sumber protein dan lemak sehat, selama kebersihan serta kesegaran ikan tetap dijaga.
ADVERTISEMENT

Perkembangan Gohu Ikan sebagai Identitas Kuliner Maluku Utara

Awalnya hanya dimakan nelayan, gohu ikan kini menjadi sajian rumah tangga dan sering hadir dalam jamuan keluarga serta acara adat di Ternate.
Menurut Dimas Adika dkk dalam bukunya yang bertajuk Gastronomi Pariwisata di Indonesia, gohu ikan bahkan juga dinilai berpotensi besar sebagai daya tarik wisata karena unik, tetapi mudah diterima wisatawan yang mengenal sashimi atau hidangan ikan mentah lain.
Melalui promosi budaya dan festival kuliner, gohu ikan kini dikenal luas sebagai simbol kearifan lokal masyarakat Ternate dalam memanfaatkan hasil laut dan rempah Nusantara.
(NDA)