Konten dari Pengguna
Sejarah Kerajaan Demak: Kerajaan Islam Pertama di Pulau Jawa
11 September 2025 18:05 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Sejarah Kerajaan Demak: Kerajaan Islam Pertama di Pulau Jawa
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan Raden Patah. Simak sejarah Kerajaan Demak berikut ini.Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam yang berdiri pada abad ke-15. Sebelum menjadi kerajaan, Demak merupakan kabupaten yang tunduk pada Majapahit, tapi akhirnya melepaskan diri saat kerajaan Hindu-Buddha itu runtuh.
ADVERTISEMENT
Kerajaan Demak memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap penyebaran agama Islam di wilayah Jawa. Simak sejarah Kerajaan Demak selengkapnya di bawah ini.
1. Pendiri Kerajaan Demak
Merangkum buku Sejarah Ringkas Kerajaan Demak: Sejarah Peradaban Leluhur Nusantara susunan Muhammad Ali Fakih, asal usul Kerajaan Demak tidak diketahui pasti.
Tapi kemungkinan besar didirikan oleh Raden Patah, putra dari raja Majapahit yang berkuasa pada 1447-1451, yakni Sri Prabu Kertawijaya (Brawijaya V) yang bergelar Abhiseka Wijaya Parakramawardhana.
Menurut Babad Tanah Jawi, Raden Patah lahir dari seorang perempuan Tiongkok yang diangkat sebagai selir oleh Sri Prabu Kertawijaya. Dalam Carita Purwaka Caruban Nagari, disebutkan bahwa nama selir itu adalah Siu Ban Ci, putri dari Syaikh Bantong (Tan Go Hwat), seorang Muslim etnis Tionghoa asal Gresik.
ADVERTISEMENT
Raden Patah belajar agama Islam sejak kecil dari sang ibu. Di samping itu, ia juga mendalami ilmu pemerintahan dari ayah tirinya (Arya Damar) yang merupakan seorang adipati terkenal.
2. Raden Patah Mendirikan Kerajaan Demak
Raden Patah mendirikan kerajaan Demak Bintara setahun setelah runtuhnya Majapahit. Keputusan ini didorong dan direstui oleh Sunan Ampel yang merupakan gurunya, serta para Wali Songo lainnya.
Pengangkatan Raden Patah menjadi raja pertama ditandai dengan candra sengkala "warna sima catur nabi". Kemudian dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Demak pada tahun itu juga atas prakarsa anggota Wali Songo.
3. Masa Kejayaan Kerajaan Demak
Pada abad ke-16, Demak mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Trenggana. Kerajaan ini berhasil menaklukkan pelabuhan-pelabuhan utama di Pulau Jawa hingga pedalaman yang belum tersentuh Islam.
ADVERTISEMENT
Salah satunya pelabuhan Sunda Kelapa yang pada waktu itu berada dalam kekuasaan Kerajaan Sunda. Penaklukkan ini krusial karena pelabuhan itu menjadi jembatan hubungan Kerajaan Sunda dan Imperium Portugal yang mengancam Demak.
Pelabuhan Sunda ditaklukkan oleh Fatahillah yang merupakan panglima perang saat itu. Ia pun mengganti nama pelabuhan tersebut menjadi Jayakarta.
4. Masa Keruntuhan Kerajaan Demak
Kerajaan Demak mulai mengalami kemunduran ketika Trenggana terbunuh dalam perang melawan Panarukan pada 1546. Sunan Prawoto (anak Trenggana) kemudian naik takhta menggantikannya.
Tetapi ia dibunuh pada 1547 oleh suruhan Arya Panangsang yang ingin menjadi raja Demak. Sebagai informasi, Arya Panangsang merupakan anak Pangeran Surowiyoto.
Saat Trenggana masih hidup, ia sempat bersaing kekuasaan dengan Surowiyoto. Namun, Sunan Prawoto berhasil membunuh saingan ayahnya itu. Jadi, pembunuhan yang dilakukan Arya Panangsang terhadap Sunan Prawoto juga memuat motif balas dendam.
ADVERTISEMENT
Perang perebutan takhta berakhir dengan dibunuhnya Arya Panangsang oleh Joko Tingkir, penguasa Pajang saat itu. Akhirnya, Kerajaan Demak runtuh dan digantikan Kesultanan Pajang.
Baca Juga: 6 Ciri Kerajaan Bercorak Islam di Nusantara

