Sejarah Kerajaan Kutai dari Masa Kejayaan hingga Keruntuhan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajaan Kutai dikenal sebagai kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Nama Kutai sendiri diketahui oleh para ahli setelah ditemukannya Prasasti Yupa. Rangka prasasti itu diperkirakan berasal dari tahun 475 M (abad ke-5), sehingga termasuk kategori prasasti tertua di Indonesia.
Prasasti Yupa diidentifikasi sebagai peninggalan asli dari pengaruh Hindu-Buddha karena menggunakan bahasa Sansekerta dengan huruf pallawa. Lantas, seperti apa sejarah Kerajaan Kutai?
1. Berdirinya Kerajaan Kutai
Dirangkum dari buku Ensiklopedia Sejarah Kerajaan Nusantara Seri I, Kerajaan Kutai dibangun sekitar abad ke-4 M. Pendiri sekaligus pemimpin pertamanya adalah Maharaja Kudungga. Nama tersebut ditafsirkan oleh para ahli sejarah sebagai nama asli Indonesia yang belum terpengaruh bahasa India.
Sementara nama keturunannya seperti Raja Mulawarman dan Aswawarman diduga memiliki pengaruh besar dari budaya Hindu di India. Hal tersebut karena kata “Warman” pada akhir nama biasa digunakan oleh masyarakat India bagian selatan.
Inilah mengapa banyak yang menyebut Kerajaan Kutai sebagai kerajaan bercorak Hindu yang begitu kental. Pola kehidupan pada masa itu juga menyerupai kerajaan-kerajaan Hindu di India.
2. Letak Geografis Kerajaan Kutai
Letak Kerajaan Kutai diperkirakan berada di daerah Muarakaman, tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Muarakaman pada masa lampau merujuk pada titik lokasi pertemuan antar sungai Mahakam dengan anak sungainya.
Sungai Mahakam dapat dilayari dari pantai hingga masuk ke Muarakaman, sehingga sangat strategis untuk menjadi jalur perdagangan. Kemungkinan besar, itulah penyebab orang-orang dari tanah India datang ke Kerajaan Kutai, meskipun wilayah ini tidak berada di jalur internasional.
3. Masa Kejayaan Kerajaan Kutai
Masa kejayaan Kerajaan Kutai dimulai pada era pemerintahan Raja Mulawarman. Hal ini ditulis dalam prasasti Yupa, bahwa Mulawarman melakukan upacara pengorbanan emas yang jumlahnya sangat banyak.
Emas tersebut dibagikan kepada rakyat, dan sebagiannya dijadikan persembahan kepada para dewa. Kejayaan masa Mulawarman tak hanya terbukti dari prasasti, tapi juga dilihat dari banyak aspek lainnya, seperti sosial, politik, dan ekonomi.
Pada masa Mulawarman, ada banyak golongan terdidik yang menguasai bahasa Sansekerta dan huruf pallawa. Intelektualitas masyarakat yang tinggi membuat sistem politik kerajaan jadi kuat.
Bahkan, dalam prasasti Yupa disebut bahwa Raja Mulawarman sangat pandai menjaga stabilitas politik. Ia juga disebut kuat dan bijaksana, sehingga rakyat pun menghormatinya dengan mendirikan tugu Mulawarman.
4. Runtuhnya Kerajaan Kutai
Masa kejayaan tersebut tak berlangsung lama. Setelah Raja Mulawarman wafat, Kutai banyak mengalami pergantian pemimpin. Hingga akhirnya kerajaan ini runtuh pada masa kepemimpinan Raja Dharma Setia.
Raja Dharma Setia tewas dibunuh oleh penguasa Kerajaan Kutai Kartanegara, yaitu Pangeran Anum Panji Mandapa pada abad ke-13. Perlu diketahui bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara berbeda dengan Kutai yang dipimpin oleh Mulawarman.
Kerajaan Kutai Kartanegara terletak di Tanjung Kute. Kerajaan inilah yang disebut dalam Kitab Negarakertagama pada tahun 1365. Dalam perkembangannya, Kerajaan Kutai Kartanegara berubah menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartenagara.
Baca Juga: Kerajaan Kutai Kartanegara Kini Menjadi Nama Kabupaten di Kalimantan Timur
