Konten dari Pengguna

Sejarah Kereta Api Indonesia: Awal Mula, Perkembangan, dan Perubahan Nama

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KAI Perbaiki jalur sepetak antara Stasiun Sukatani -Ciganea yang longsor, Jumat (5/5). Foto: Dok. KAI
zoom-in-whitePerbesar
KAI Perbaiki jalur sepetak antara Stasiun Sukatani -Ciganea yang longsor, Jumat (5/5). Foto: Dok. KAI

Sejarah kereta api di Indonesia melalui perjalanan yang sangat panjang, dimulai dari masa penjajahan kolonial Belanda, berlanjut ke masa pendudukan Jepang, hingga dikelola oleh Republik Indonesia sampai sekarang. Untuk memahami bagaimana moda transportasi ini terbentuk, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

1.Awal Pembangunan

Menurut buku Penyewaan Tanah oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) karya Yulia Mirwati dan Yontri Faisal, sejarah perkeretaapian di Indonesia bermula pada 17 Juni 1864. Pada hari itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet van de Beele, memulai pembangunan jalur kereta api pertama Solo-Yogyakarta di Desa Kemijen, Semarang.

Proyek ini diprakarsai oleh perusahaan swasta Naamlooze Venotschap Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) yang dimpin oleh Ir. J.P de Bordes. Jalur pertama yang dibangun menghubungkan Kemijen menuju Desa Tanggung sejauh 26 kilometer dengan lebar sepur 1.435 mm.

Pembangunan ini akhirnya dibuka untuk angkutan umum pada 10 Agustus 1867. Momen ini menjadi tonggak awal sejarah transportasi kereta api di Indonesia.

2. Ekspansi Jalur Kereta pada Masa Kolonial

Keberhasilan NV NISM mendorong pemerintah kolonial mendirikan perusahaan kereta api negara bernama Staatsspoorwegen (SS) pada 8 April 1875. Berdasarkan laman Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJK) Kementerian Perhubungan, SS mulai membangun jalur pertama dengan rute Surabaya–Pasuruan, kemudian disusul berbagai daerah lainnya di Pulau Jawa. Pembangunan kereta api kemudian merambah ke Pulau Sumatra. Di wilayah ini, jalur rel dibangun oleh perusahaan swasta Deli Spoorweg Maatschappij (DSM)

3. Kereta Api di Era Jepang

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, seluruh aset dan operasi kereta api diambil alih dan diubah namanya menjadi Rikuyu Sokyoku. Pada masa ini terjadi peristiwa penting yang menandai sejarah penguasaan kereta api di Indonesia.

Parah buruh kereta api dan karyawan kereta api melakukan aksi pengambilalihan kekuasaan perkeretaapian dari tangan Jepang. Puncak peristiwa ini terjadi pada 28 September 1945, ketika mereka berhasil menguasai Balai Besar Kereta Api di Bandung.

Dalam pernyataan resminya, para anggota Angkatan Muda Kereta Api AMKA menegaskan bahwa seluruh urusan perkeretaapian berada di bawah kendali Indonesia, dan Jepang tidak lagi diperbolehkan campur tangan. Peristiwa ini kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia, sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).

4. Kereta Api Setelah Indonesia Merdeka

Kembalinya Belanda bersama sekutu pada 1946 membuat pengelolaan kereta api terpecah. Wilayah yang tetap berada dalam kekuasaan Republik dioperasikan oleh DKARI, sedangkan wilayah yang dikuasai Belanda dijalankan oleh Staatsspoorwegen/Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS).

Merujuk pada Ensiklopedia Sejarah Penemuan: Jam – Kereta Api – Telepon – Televisi – Komputer karya Suliswinarni, pada tahun 1950 dilakukan penggabungan DKARI dan SS/VS menjadi satu lembaga bernama Djawatan Kereta Api (DKA). Kemudian DKA berganti nama menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada tahun 1963.

Selanjutnya, pemerintah mengganti nama PNKA menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada tahun 1971. Transformasi berikutnya terjadi pada 2 Januari 1991, ketika PJKA berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka). Selanjutnya, sejak 1 Juni 1999, Perumka resmi menjadi PT Kereta Api (KA) (Persero). Dan pada 2010, nama PT KA diperbarui menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) hingga sekarang.

Baca Juga: Sejarah Televisi Indonesia: Perkembangan dari TVRI hingga Televisi Swasta

(SA)