Konten dari Pengguna

Sejarah Ondel-Ondel yang Jadi Kesenian Khas Betawi

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ondel-Odel. Foto: Lili Aini/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ondel-Odel. Foto: Lili Aini/Shutterstock

Ondel-ondel merupakan kesenian berbentuk boneka raksasa khas Betawi. Boneka ini terbuat dari kerangka anyaman bambu dan memiliki tinggi 2,5 meter serta diameter 80 meter. Karena ukurannya sangat besar dan berat, boneka ini dibawa oleh beberapa orang.

Sampai saat ini, tidak ada yang tahu pasti sejak kapan boneka raksasa itu muncul dalam kehidupan masyarakat Betawi. Namun, diduga kehadirannya sudah ada sejak abad ke-17. Simak sejarah ondel-ondel selengkapnya dalam artikel ini.

1. Pendapat Terkait Asal Usul Ondel-Ondel

Merujuk pada buku Mengenal Kesenian Nasional 6: Ondel Ondel oleh Kustopo, ada banyak pendapat terkait asal usul ondel-ondel. Berikut di antaranya:

a. Ondel-ondel berawal dari orang-orangan sawah

Ada yang mengatakan bahwa ondel-ondel bermula dari orang-orangan sawah yang dipasang petani untuk menghalau burung memakan padi. Namun, pendapat ini tidak memiliki dasar yang kuat sehingga ditolak.

b. Ondel-ondel adalah tugu peringatan

Ada juga yang menganggap bahwa ondel-ondel merupakan tugu peringatan untuk menghormati leluhur seseorang yang telah meninggal. Hal ini dikaitkan dengan besarnya wujud ondel-ondel. Ukuran itu merupakan simbol nenek moyang yang berjiwa besar dan sanggup melindungi anak cucunya.

2. Awal Keberadaan Ondel-Ondel

Secara historis, ondel-ondel sudah ada sebelum tahun 1600 M. Bukti keberadaannya tercatat dalam sejumlah catatan sejarah, yakni:

a. Catatan W. Scot

Bukti pertama keberadaan ondel-ondel tercatat dalam buku perjalanan pedagang asal Inggris, yakni W. Scot. Ia menulis adanya sebuah kebudayaan unik yang berbentuk boneka raksasa.

Boneka itu dipentaskan oleh masyarakat Sunda Kelapa dalam sebuah upacara adat. Meskipun dalam catatan tidak menyebutkan nama boneka itu, tetapi diyakini jenis bonekanya adalah ondel-ondel.

b. Catatan E.R. Scidmore

Catatan lain tentang ondel-ondel ditemukan dalam buku perjalanan E.R. Scidmore, seorang wisatawan asal Amerika yang datang ke Jawa dan tinggal cukup lama di Batavia pada penghujung abad ke-19.

E.R. Scidmore melaporkan dalam bukunya yang bertajuk Java, The Garden of The East, bahwa ada pertunjukan seni jalanan di Batavia berupa tarian yang diarak beramai-ramai oleh masyarakat. Kesenian tersebut sangat unik, yaitu boneka raksasa yang menari-nari dengan diiringi musik seadanya.

Scidmore tidak menyebut secara jelas apa nama boneka raksasa yang bermain di jalanan itu. Meski demikian, dapat diperkirakan bahwa itu adalah ondel-ondel.

3. Ondel-Ondel Jadi Simbol Betawi

Dikutip dari jurnal bertajuk Ondel-Ondel sebagai Ikon Seni Tradisi Betawi susunan Yeni Handayani, tidak ada data resmi kapan ondel-ondel muncul sebagai simbol Betawi. Namun, pada akhirnya boneka raksasa itu dipilih sebagai citra seni tradisional yang mewakili kota Jakarta. Setiap aspek pada ondel-ondel pun memiliki makna yang berkaitan dengan Jakarta, seperti:

  • Hiasan bunga kelapa di kepala, melambangkan tanaman yang tumbuh di pesisir pantai, sebab dulunya Jakarta dikenal sebagai kota Pelabuhan Sunda Kelapa.

  • Mahkota yang dikenakan, melambangkan keberadaan kerajaan di ketinggian kota Jakarta yang terkenal dengan tokoh Pangeran Jayakarta.

  • Kebaya encim yang dikenakan ondel-ondel wanita, melambangkan hubungan perdagangan dengan Tiongkok, sebab pakaian tersebut biasa dikenakan wanita Tionghoa pada zaman dulu.

  • Pakaian sadaria yang dikenakan ondel-ondel pria, merupakan pakaian adat masyarakat Betawi yang dipengaruhi bahasa Arab.

Baca Juga: Penjelasan Asal Mula Tari Ondel-Ondel, Warisan Budaya Betawi