Sistem Peredaran Darah Ikan: Organ, Mekanisme, dan Faktor Penentu

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sistem peredaran darah ikan berperan penting dalam mendistribusikan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh serta membuang sisa-sisa metabolisme. Darah dipompa oleh jantung menuju insang untuk mengalami oksigenasi. Setelah kaya akan oksigen, darah kemudian diedarkan ke seluruh jaringan tubuh ikan. Untuk memahami proses tersebut secara lebih jelas, berikut pembahasan mengenai organ dan mekanisme peredaran darah pada ikan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Organ dalam Sistem Peredaran Darah Ikan
Sistem peredaran ikan terdiri atas dua bagian utama, yaitu jantung dan pembuluh darah (vena, arteri, dan kapiler). Menurut laman Georgia Institute of Technology, organ-organ utama dalam sistem peredaran darah ikan antara lain sebagai berikut.
Jantung: Memiliki dua ruang utama, yaitu atrium (serambi) dan ventrikel (bilik). Selain itu, terdapat sinus venosus, yaitu rongga berdinding tipis yang berfungsi menerima darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh sebelum ke atrium.
Pembuluh aorta: Pembuluh darah arteri terbesar yang berfungsi mengalirkan darah keluar dari jantung menuju bagian tubuh lainnya.
Pembuluh arteri: Membawa darah menjauh dari jantung. Pembuluh ini kemudian bercabang menjadi pembuluh yang lebih kecil hingga membentuk kapiler.
Pembuluh vena: Pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung setelah digunakan oleh jaringan tubuh.
Pembuluh kapiler: Pembuluh darah sangat halus yang menjadi tempat pertukaran oksigen, nutrisi, dan zat sisa metabolisme dengan jaringan tubuh.
2. Mekanisme Sistem Peredaran Darah pada Ikan
Ikan memiliki sistem peredaran darah tertutup dan tunggal. Dalam sistem ini, darah hanya melewati jantung satu kali dalam satu siklus peredaran dan tetap berada di dalam pembuluh darah, sehingga tidak bercampur langsung dengan cairan tubuh lainnya. Berdasarkan buku buku Fisiologi Hewan oleh Sonja Verra Tinneke Lumowa dan Sri Purwati, mekanisme peredaran darah tersebut berlangsung sebagai berikut.
Darah yang mengandung karbon dioksida dari seluruh tubuh masuk ke sinus venosus melalui pembuluh vena.
Darah kemudian mengalir ke atrium dan selanjutnya masuk ke ventrikel.
Dari ventrikel, darah dipompa menuju insang melalui aorta ventralis.
Aorta ventralis bercabang menjadi pembuluh-pembuluh kapiler kecil. Pada bagian ini, darah melepaskan karbon dioksida dan mulai mengambil oksigen dari air.
Di dalam insang, karbon dioksida dilepaskan ke air, sementara oksigen berdifusi masuk ke dalam darah. Darah yang keluar dari insang menjadi darah bersih yang kaya oksigen.
Darah kemudian mengalir ke aorta dorsalis dan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui kapiler-kapiler untuk mengedarkan oksigen dan zat makanan ke sel-sel tubuh.
Setelah oksigen digunakan oleh sel tubuh, darah kembali mengandung karbon dioksida dan dialirkan kembali ke jantung melalui pembuluh vena.
3. Faktor yang Memengaruhi Peredaran Darah Ikan
Efisiensi sistem peredaran darah ikan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Merujuk pada buku berjudul Iktiologi karya Julkarnain Ahmad, faktor seperti kadar oksigen terlarut dalam air, suhu lingkungan, serta kualitas air memiliki peran besar. Air dengan kualitas buruk atau kadar karbon dioksida yang tinggi dapat mengganggu proses peredaran darah dan berdampak pada kesehatan ikan.
Baca Juga: Fungsi Insang pada Ikan dalam Membantu Proses Pernapasan
(SA)
