Skincare untuk Menghilangkan Bekas Jerawat, Wajib Ada 6 Bahan Aktif Ini!

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bekas jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang cukup mengganggu karena dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang dalam jangka waktu yang lama. Berbeda dengan jerawat aktif yang bersifat sementara, bekas jerawat melibatkan perubahan tekstur dan pigmentasi kulit yang membutuhkan perawatan khusus dengan bahan aktif yang tepat. Maka dari itu, penggunaan skincare untuk menghilangkan bekas jerawat tidak bisa sembarangan. Simak panduan di bawah ini untuk mendapatkan informasi seputar bahan aktif skincare yang efektif menghempaskan bekas jerawat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Jenis-Jenis Bekas Jerawat
Sebelum memilih skincare yang tepat, penting untuk memahami jenis bekas jerawat yang dialami. Menurut informasi dari PMC (PubMed Central), bekas jerawat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan karakteristik dan tingkat keparahannya. Berikut jenis-jenis bekas jerawat yang umum dijumpai:
Ice pick scars: Bekas berbentuk lubang kecil dan dalam, menyerupai tusukan es.
Rolling scars: Bekas dengan tepi yang tidak rata, membentuk gelombang pada permukaan kulit.
Boxcar scars: Bekas berbentuk kotak dengan tepi yang tajam dan dasar yang lebar.
Hyperpigmentation (PIH): Noda gelap yang muncul setelah jerawat sembuh tanpa perubahan tekstur.
Hypertrophic scars: Bekas jerawat yang menonjol karena produksi kolagen berlebihan.
Atrophic scars: Bekas jerawat yang mencekung karena kehilangan jaringan kolagen.
2. Bahan Aktif Skincare untuk Mengatasi Bekas Jerawat
Pemilihan bahan aktif yang tepat adalah kunci keberhasilan dalam menghilangkan bekas jerawat. Berdasarkan penelitian dari Elle Beauty dan Asian Beauty X, berikut beberapa bahan aktif dalam skincare yang terbukti efektif untuk berbagai jenis bekas jerawat:
Retinoid (Retinol, Tretinoin): Mempercepat turnover sel kulit dan merangsang produksi kolagen baru.
Vitamin C (L-Ascorbic Acid): Antioksidan yang mencerahkan pigmentasi dan merangsang sintesis kolagen.
Alpha Hydroxy Acids (AHA): Glycolic acid dan lactic acid untuk eksfoliasi dan pemulusan tekstur.
Beta Hydroxy Acid (BHA): Salicylic acid yang dapat menembus pori dan mengangkat sel kulit mati.
Niacinamide: Mengurangi peradangan, mengontrol sebum, dan mencerahkan noda bekas jerawat.
Alpha Arbutin: Menghambat enzim yang bertanggung jawab untuk produksi melanin, sehingga efektif memudarkan noda.
3. Tips Menggunakan Bahan Aktif yang Tepat untuk Bekas Jerawat
Menggunakan berbagai bahan aktif skincare untuk menghilangkan bekas jerawat memerlukan pengetahuan tentang ingredient compatibility. Informasi dari Sublime Life menekankan, layering bahan aktif skincare yang tepat dapat memaksimalkan efektivitasnya. Berikut panduannya:
Jangan campurkan retinol dengan AHA/BHA. Gunakan pada hari yang berbeda untuk menghindari iritasi berlebihan.
Vitamin C di pagi, retinol di malam. Kombinasi ideal untuk hasil maksimal tanpa interaksi negatif.
Niacinamide compatible dengan semua bahan aktif. Dapat digunakan bersamaan dengan vitamin C, retinol, atau acid.
4. Rutinitas Skincare Malam untuk Menghilangkan Bekas Jerawat
Rutinitas malam adalah waktu terbaik bagi kulit untuk beregenerasi. Dikutip dari Cosmopolitan, berikut adalah urutan yang disarankan:
Membersihkan Wajah (Double Cleansing): Bersihkan wajah dari kotoran dan makeup dengan pembersih berbahan dasar minyak, lalu lanjutkan dengan pembersih berbasis air.
Toner: Gunakan toner yang menghidrasi untuk menyeimbangkan pH kulit.
Serum: Aplikasikan serum yang mengandung bahan aktif seperti Niacinamide, Vitamin C, atau Alpha Arbutin.
Pelembap: Gunakan pelembap untuk mengunci semua produk dan menjaga hidrasi kulit.
Perawatan Tambahan: Jika menggunakan Retinoid, aplikasikan setelah pelembap untuk mengurangi iritasi.
Baca juga: 6 Skincare untuk Pori-Pori Besar dan Kusam, dari Cleanser sampai Sunscreen
(NDA)
