Struktur Akar Tumbuhan dan Fungsinya dalam Penyerapan Nutrisi

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akar merupakan bagian penting dari tumbuhan yang umumnya berada di dalam tanah. Perannya sangat vital sebagai jalur masuknya air dan mineral dari tanah menuju seluruh bagian tumbuhan. Secara anatomi atau stuktur akar tumbuhan bagian dalam, mencakup beberapa lapisan utama, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat. Simak pembahasan lengkap mengenai bagian-bagian yang membentuk sistem akar yang kuat pada tumbuhan di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Epidermis (Kulit Luar)
Merupakan lapisan luar akar. Epidermis akar terdiri dari selapis sel yang tersusun rapat. Sel-sel epidermis tidak dilapisi kutikula sehingga dapat menyerap air dan nutrisi mineral. Sel-sel epidermis akan bermodifikasi membentuk rambut-rambut akar.
2. Korteks
Korteks tersusun atas beberapa lapis sel berdinding tipis dengan ruang antarsel yang cukup luas. Ruang antarsel ini berperan penting dalam pertukaran gas. Selain itu, korteks juga berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
3. Endodermis Akar
Endodermis merupakan lapisan sel dengan dinding yang menebal. Lapisan ini bertugas mengatur aliran air dan mineral yang diserap dari tanah agar masuk ke silinder pusat. Menurut penjelasan dari laman Furman University, sel-sel endodermis tersusun rapat dan tidak memiliki ruang antarsel. Banyak di antaranya mengandung zat gabus (suberin) atau lignin yang membentuk struktur bernama Pita Kaspari (Casparian Strip).
Pita Kaspari berfungsi memaksa air serta nutrisi terlarut melewati bagian sel hidup, sehingga membran sel dapat mengendalikan zat apa saja yang diizinkan masuk ke sistem pengangkutan akar.
4. Stele Akar (Silinder Pusat)
Silinder pusat atau stele merupakan bagian terdalam akar. Berdasarkan buku IPA Biologi SMP dan MTS Jilid 2 oleh Saktiyono, silinder pusat terdiri atas beberapa komponen utama:
Perisikel: Lapisan terluar dari stele yang tersusun atas satu atau beberapa lapis sel. Bagian ini berperan dalam pertumbuhan sekunder dan pembentukan akar cabang.
Jaringan Pembuluh (Xilem dan Floem): Merupakan jaringan pengangkut air, mineral, dan hasil fotosintesis. Keduanya berada di bagian dalam perisikel. Pada akar tumbuhan monokotil, terdapat empulur di bagian pusat akar, sedangkan pada akar dikotil empulur tidak ditemukan.
5. Stuktur Luar Akar Tumbuhan
Menurut buku Ensiklopedi Anatomi Tumbuhan: Ciri-Ciri Akar dan Jaringan Penyusun Akar oleh Ardian Pgs, struktur luar akar tampak jelas ketika akar dilihat atau dipotong melintang. Panjang dan bentuknya dapat berbeda-beda tergantung jenis tumbuhan. Secara morfologi, struktur luar akar terdiri dari beberapa bagian berikut.
Pangkal akar: Bagian akar yang langsung terhubung dengan batang utama.
Batang akar: Bagian tengah akar yang menjadi penghubung antara pangkal akar dan ujung akar. Pada bagian ini pula cabang akar dan tudung akar melekat.
Cabang akar: Percabangan yang muncul dari batang akar untuk memperluas jangkauan penyerapan air dan nutrisi.
Tudung akar: Terletak di ujung akar dan berfungsi melindungi akar dari gesekan dengan partikel tanah. Pada bagian ini terdapat kaliptra, jaringan pelindung yang membuat akar dapat menembus tanah tanpa rusak. Sel-sel tudung akar juga mengalami diferensiasi menjadi sel-sel kolumela.
Rambut-rambut akar: Merupakan perpanjangan dari sel epidermis yang berfungsi memperluas area penyerapan. Rambut akar hanya muncul di area dekat ujung akar dan berumur relatif singkat.
Baca Juga: Cara Kerja Fotosintesis pada Tumbuhan Air dan Faktor yang Memengaruhi
(SA)
