Konten dari Pengguna

Struktur Kulit Manusia dan Fungsinya dalam Tubuh

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kulit manusia. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kulit manusia. Foto: Pexels

Tahukah kamu bahwa kulit adalah organ terbesar dalam tubuh manusia dengan luas mencapai 2 meter persegi dan berat sekitar 4,5 hingga 5 kilogram pada orang dewasa? Struktur kulit manusia bukan sekadar lapisan pelindung sederhana, melainkan sistem kompleks yang terdiri dari tiga lapisan utama dengan fungsi spesifik masing-masing. Merujuk informasi dari StatPearls NCBI, kulit memiliki tiga lapisan yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis yang berfungsi sebagai barier pertama tubuh terhadap patogen, sinar ultraviolet, bahan kimia, dan cedera mekanis. Artikel ini akan menguraikan lebih lanjut seputar struktur yang menjadi penyusun kulit manusia.

Daftar isi

Epidermis Lapisan Terluar yang Terus Memperbaharui Diri

Struktur kulit manusia dimulai dari lapisan terluar yang disebut epidermis. Merujuk Cleveland Clinic, epidermis adalah lapisan paling tipis namun bertanggung jawab melindungi tubuh dari dunia luar, dan lapisan ini tersusun atas lima sublapisan yaitu stratum basale, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lucidum, dan stratum corneum.

Menurut publikasi di Cambridge Media Journals, epidermis hampir seluruhnya terdiri dari keratinosit sekitar 95 persen yang berasal dari lapisan terdalam epidermis yaitu stratum basale. Hal menarik lain dari epidermis adalah kemampuannya untuk terus memperbarui diri.

Tubuh manusia melepaskan sekitar 40.000 sel kulit mati setiap hari, dan sel-sel baru yang berkembang di stratum basale akan bermigrasi ke atas menggantikan sel-sel yang rontok, sehingga kita mendapatkan kulit yang benar-benar baru setiap 30 hari.

Dermis Lapisan Tengah yang Kaya Struktur Pendukung

Dermis adalah lapisan kedua dari struktur kulit manusia yang terletak di antara epidermis dan hipodermis. Meskipun epidermis adalah lapisan paling tipis, dermis justru merupakan lapisan paling tebal dari kulit. Dermis mengandung kolagen dan elastin yang membuatnya begitu tebal dan mendukung struktur kulit secara keseluruhan.

Menurut publikasi di StatPearls NCBI, dermis terdiri dari dua lapisan jaringan ikat yaitu papilaris dan retikularis. Lapisan papilaris adalah lapisan dermis bagian atas yang lebih tipis dan tersusun dari jaringan ikat longgar, sedangkan lapisan retikularis adalah lapisan yang lebih dalam dan lebih tebal.

Tidak hanya itu, dermis juga mampu menampung kelenjar keringat, rambut, folikel rambut, otot, neuron sensorik, dan pembuluh darah yang vital bagi fungsi kulit.

Hipodermis Lapisan Lemak Paling Dalam

Lapisan paling dalam dari struktur kulit manusia adalah hipodermis atau disebut juga jaringan subkutan. Hipodermis adalah lapisan berlemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk otot dan tulang, melindunginya dari cedera saat terjatuh atau kecelakaan.

Berdasarkan informasi yang dijelaskan dalam Lumen Learning, hipodermis tersusun dari jaringan adiposa dengan peran penyimpanan lemak dan menyediakan bantalan serta insulasi. Hipodermis juga mengandung jaringan ikat longgar yang tervaskularisasi dengan baik. Lapisan ini berperan penting dalam mengatur suhu tubuh.

Reseptor Sensorik dan Fungsi Proteksi

Salah satu hal menarik dari kulit manusia adalah adanya berbagai reseptor khusus yang membuat kita bisa merasakan banyak hal. Menurut Medscape, sel Merkel yang berada di lapisan epidermis membantu kita merasakan sentuhan ringan.

Ada juga korpuskel Meissner yang membuat kita bisa membedakan sentuhan halus, misalnya saat merasakan tekstur. Sementara itu, menurut StatPearls NCBI, ujung saraf bebas yang menyebar sampai ke epidermis bertugas memberi sinyal rasa sakit, panas, atau dingin.

Kulit manusia juga dibuat dengan sangat baik untuk mengatur suhu tubuh. Berdasarkan informasi dari Cambridge Media Journals, kulit dapat menjaga suhu ideal sekitar 37 derajat Celsius dengan cara melebarkan atau mengecilkan pembuluh darah di bawah kulit.

Selain itu, menurut TeachMeAnatomy, kulit berfungsi sebagai pelindung utama tubuh dari berbagai bahaya luar, seperti benturan, bahan kimia, panas, dingin, cahaya UV, hingga kuman.

Kulit juga membantu sistem imun mengenali ancaman, memungkinkan kita merasakan rangsangan dari luar, mencegah kehilangan cairan berlebihan, dan menjaga kestabilan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: Proses Perkembangan Embrio, Perjalanan Ajaib dari Satu Sel Menuju Kehidupan

(NDA)