Konten dari Pengguna
Suhu Ruang Angkasa dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya
5 Desember 2025 16:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Suhu Ruang Angkasa dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya
Berapa suhu ruang angkasa? Simak pembahasan dalam artikel ini mengenai besaran suhu ruang angkasa dan faktor yang memengaruhinya.Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Ruang angkasa pada dasarnya tidak memiliki suhu karena sebagian besar bagiannya merupakan ruang hampa tanpa molekul. Secara teknis, suhu hanya dapat muncul jika ada materi yang mengandung atom-atom bergerak. Tanpa keberadaan materi, tidak ada medium yang dapat menyimpan atau menghantarkan panas. Untuk memahami bagaimana konsep suhu ruang angkasa, simak penjelasan lengkapnya pada uraian berikut.
ADVERTISEMENT
1. Suhu Ruang Angkasa
Meskipun banyak wilayah ruang angkasa tidak mengandung partikel, terdapat radiasi gelombang mikro kosmik atau cosmic microwave background (CMB). Menurut laman Space, radiasi ini memenuhi seluruh alam semesta dan dianggap sebagai sisa peristiwa Big Bang.
Ketika Big Bang pertama kali terjadi, alam semesta berada pada kondisi yang sangat panas. Setelah proses tersebut berhenti, tersisa radiasi dalam bentuk foton yang bergerak bebas. Seiring alam semesta mengembang, radiasi ini mendingin, mirip dengan gas yang menurun suhunya ketika mengembang.
Foton-foton CMB memiliki rentang energi yang setara dengan energi yang dipancarkan objek pada suhu sekitar 2,7 K atau sekitar -270°C/-459⁰F. Nilai inilah dikenal sebagai suhu ruang angkasa. Suhu ini hanya 2,7 derajat di atas nol mutlak.
ADVERTISEMENT
2. Faktor yang Menentukan Suhu Ruang Angkasa
Ruang angkasa tidak memiliki suhu tetap. Yang diukur para ilmuwan sebenarnya adalah suhu objek yang berada di dalamnya. Itulah mengapa terdapat banyak variasi suhu di seluruh alam semesta. Mengacu laman European Space Agency, suhu di luar angkasa dapat berkisar dari ratusan derajat di bawah titik beku hingga ratusan derajat di atas titik beku, terutama di area yang dekat dengan Matahari.
Walaupun ruang angkasa tidak memiliki udara, energi tetap dapat berpindah melalui radiasi yang umumnya berasal dari matahari. Ketika radiasi ini diserap oleh pesawat ruang angkasa, planet, atau benda langit lain, objek tersebut dapat menjadi sangat panas. Beberapa faktor yang memengaruhi suhu objek di ruang angkasa antara lain intensitas radiasi matahari, warna dan material permukaan objek, dan kemampuan objek memantulkan atau menyerap panas.
ADVERTISEMENT
3. Hal yang Terjadi Saat Tubuh Terpapar Suhu Ruang Angkasa
Menurut laman American Military University, jika seorang astronaut yang melayang di luar angkasa tanpa pakaian antariksa, ia hanya akan terasa dingin, tapi tidak akan membeku. Proses pembekuan membutuhkan perpindahan panas. Namun di ruang hampa, perpindahan panas hanya terjadi melalui radiasi yang berlangsung sangat lambat. Konduksi dan konveksi tidak dapat terjadi karena tidak ada medium seperti udara.
Meski begitu, bahaya terbesar bukanlah suhu, melainkan hilangnya tekanan akibat ruang hampa. Tanpa tekanan atmosfer, tubuh akan mengalami dekompresi yang menyebabkan kehilangan kesadaran dalam hitungan detik.
(SA)

