Tips Membaca Aksara Pallawa untuk Pemula, Ternyata Bisa Dipelajari!

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksara Pallawa merupakan turunan dari aksara brahmi di India Selatan. Tulisan ini masuk ke berbagai wilayah Asia bagian selatan dan tenggara seiring dengan penyebaran agama Hindu-Buddha.
Dikutip dari buku Aksara-Sksara di Nusantara: Seri Baca Tulis oleh Ridwan Maulana, aksara Pallawa digunakan pada masa Kerajaan Pallawa di India sekitar tahun 275-897 M. Kemudian, tulisan ini masuk ke Indonesia dan menjadi cikal bakal lahirnya huruf Jawa, Sunda Kuno, dan lain-lain
Karena tak lagi digunakan, dibutuhkan ilmu khusus untuk membaca aksara Pallawa. Meski begitu, pemula pun bisa tetap mencoba untuk memahami tulisannya. Berikut ini tips membaca aksara Pallawa untuk pemula.
1. Memahami Unsur Pokok Huruf Pallawa
Untuk bisa membaca aksara Pallawa, Anda harus memahami unsur pokoknya terlebih dahulu. Berdasarkan informasi dalam dokumen unggahan Annisa Hasnul di Scribd tentang Huruf Pallawa, unsur pokok huruf Pallawa dibedakan berdasarkan bentuk fisiologi dan anatomi makro.
Pada bagian bentuk fisiologi, ada tiga unsur pokok yang harus dicatat, yakni:
Abjad dasar yang terdiri dari 46 huruf.
Diakritik (tanda baca) yang terdiri dari 31 bentuk.
Pasangan huruf, yaitu dua atau tiga abjad menjadi satu abugida atau sistem penulisan. Contohnya: sri, kra, dra, nca, ndra, nja, tra, dan seterusnya.
Sedangkan dari tinjauan anatomi makro, aksara Pallawa mempunyai 4 bagian pokok, yaitu:
Badan, merupakan bagian utama huruf yang terbentuk dari satu goresan tanpa garis putus.
Garang atas, yakni bentuk dari goresan yang terletak di bagian atas badan huruf.
Garang tengah, yakni bentuk dari goresan yang terletak di bagian tengah badan huruf.
Garang bawah, yakni bentuk dari goresan yang terletak di area kanan atau kiri badan huruf.
2. Mengetahui Teknis Dasar Penulisan Aksara Pallawa
Setelah memahami unsur pokok aksaranya, langkah selanjutnya adalah mengetahui teknik dasar penulisannya. Secara umum, teknis atau cara menulis aksara Pallawa adalah sebagai berikut:
Penulisan selalu dimulai dari kiri ke kanan, sama dengan arah penulisan aksara Latin yang selama ini dilakukan.
Penulisan selalu mendahulukan badan dari abjad dasar, lalu garang (mencakup atas tengah; dan bawah), kemudian ditambahkan atau disematkan tanda baca.
Penulisan pasangan abjad tidak memiliki kaidah baku, melainkan cenderung mengutamakan aspek estetis atau keindahan bentuk.
Selain itu, dikutip dari Materi Aksara Jawa susunan Eka Putrawati S.Pd.SD, aksara Pallawa juga memberlakukan konsep sastra laku. Maksudnya, jika ada sebuah kata yang diakhiri dengan konsonan mati, tapi huruf sebelumnya adalah vokal, maka konsonan mati itu dibaca bersambung dengan kata berikutnya.
3. Mempelajari Bahasa Kuno
Aksara Pallawa digunakan untuk menulis bahasa Sansekerta, Prakerta, dan ragam bahasa kuno lainnya. Oleh karena itu, Anda harus belajar bahasa kuno untuk memahami maksud tulisannya. Ilmu tentang bahasa kuno dibahas secara mendalam dalam cabang keilmuan yang disebut paleografi, epigrafi, atau filologi.
Baca Juga: Sejarah Aksara Pallawa dan Perkembangannya di Indonesia
