Tips Memilih Kulkas Hemat Listrik agar Tagihan Tidak Membengkak

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kulkas merupakan salah satu peralatan rumah tangga yang menyala selama 24 jam nonstop. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kulkas termasuk peralatan rumah tangga yang menyumbang sekitar 20–30% dari total konsumsi listrik rumah. Maka dari itu, memilih kulkas yang efisien tidak hanya membantu menekan tagihan listrik, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian energi. Artikel ini akan membahas berbagai tips memilih kulkas hemat listrik agar tagihan bulanan tidak makin bengkak.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pilih Kulkas dengan Label Energi Bintang 4 atau 5
Langkah pertama untuk mendapatkan kulkas hemat daya adalah dengan memperhatikan label efisiensi energi yang tertera pada produk. Di Indonesia, label ini dikeluarkan oleh Kementerian ESDM, dan menunjukkan tingkat hemat energi dari skala 1 hingga 5 bintang.
Menurut panduan dari Energy Star, kulkas dengan label 4–5 bintang mampu menghemat listrik hingga 30% dibandingkan model biasa. Semakin banyak bintang yang dimiliki, semakin efisien penggunaan daya tanpa mengurangi performa pendinginan.
Selain itu, pastikan kulkas memiliki sertifikasi resmi dari lembaga pengujian seperti SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.
2. Pilih Kapasitas Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga
Banyak orang berpikir bahwa kulkas besar lebih boros listrik, padahal belum tentu. Konsumsi listrik justru akan lebih efisien bila kapasitas kulkas disesuaikan dengan kebutuhan penghuni rumah. Berikut panduan umum yang disarankan dalam memilih kulkas:
Keluarga kecil (1–3 orang): Pilih kulkas berkapasitas 150–250 liter.
Keluarga menengah (3–5 orang): Ideal menggunakan kulkas 250–350 liter.
Keluarga besar (lebih dari 5 orang): Gunakan kulkas di atas 400 liter.
3. Gunakan Kulkas dengan Teknologi Inverter
Teknologi inverter kini menjadi standar baru dalam peralatan elektronik hemat energi, termasuk kulkas. Sistem inverter bekerja dengan mengatur kecepatan kompresor secara dinamis sesuai kebutuhan pendinginan, bukan hanya menyala dan mati seperti kulkas konvensional.
Menurut LG Global Tech Report , kulkas inverter mampu menghemat hingga 40% energi listrik dibanding model non-inverter. Selain hemat daya, kulkas inverter juga bekerja lebih senyap, awet, dan menjaga suhu tetap stabil di dalam ruang penyimpanan.
Jika memungkinkan, pilih kulkas dengan fitur tambahan seperti Smart Inverter Compressor atau Linear Inverter Compressor yang banyak digunakan oleh merek ternama seperti LG, Samsung, dan Sharp.
4. Perhatikan Jenis Pendinginan: Defrost atau No Frost
Kulkas hemat energi umumnya menggunakan sistem No Frost, di mana kipas pendingin menyebarkan udara dingin secara merata tanpa membentuk bunga es. Selain praktis, sistem ini membantu kompresor bekerja lebih ringan.
Namun, model Defrost manual tetap bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin kulkas kecil dengan konsumsi daya rendah. Berdasarkan data dari Whirlpool Energy Guide, kulkas Defrost berkapasitas kecil dapat mengonsumsi 10–20% lebih sedikit listrik dibanding No Frost, asalkan dilakukan pencairan bunga es secara rutin.
5. Cek Konsumsi Daya dan Fitur Tambahan
Sebelum membeli, selalu periksa spesifikasi konsumsi daya yang biasanya tertulis di bagian belakang kulkas atau buku panduan. Kulkas modern yang hemat energi biasanya hanya membutuhkan 50–100 watt, tergantung ukuran dan fitur yang digunakan. Adapun beberapa fitur modern pada kulkas yang dapat membantu efisiensi energi, di antaranya:
Eco Mode: Mengatur suhu optimal untuk menghemat daya.
Door Alarm: Memberi peringatan jika pintu kulkas tidak tertutup rapat.
Smart Sensor: Menyesuaikan suhu otomatis berdasarkan isi kulkas dan suhu ruangan.
6. Perhatikan Lokasi dan Kebiasaan Penggunaan
Kebiasaan pengguna juga berpengaruh besar pada efisiensi daya. Letakkan kulkas di tempat yang berventilasi baik dan jauh dari sumber panas seperti kompor atau oven.
Selain itu, hindari terlalu sering membuka pintu kulkas karena setiap kali pintu terbuka, kompresor harus bekerja ekstra untuk menstabilkan suhu. Berdasarkan penelitian dari GE Appliances Energy Lab, membuka pintu kulkas terlalu sering bisa meningkatkan konsumsi listrik hingga 10–12%.
Baca juga: 7 Penyebab Kulkas Tidak Dingin yang Umum Terjadi
(NDA)
