Tips Mengurangi Risiko Tersambar Petir di Rumah agar Tetap Aman

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meskipun rumah dianggap sebagai tempat paling aman saat terjadi badai petir, risikonya masih tetap ada. Petir dapat masuk ke dalam ruangan melalui material penghantar listrik seperti kabel, pipa, atau logam. Untuk mengurangi bahaya, penting untuk mengetahui tips mengurangi risiko tersambar petir di rumah. Simak langkah-langkah yang perlu dilakukan berdasarkan panduan dari laman National Weather Service dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Hindari Bersentuhan dengan Air
Jangan melakukan kontak dengan air mengalir selama badai petir karena petir dapat merambat melalui pipa bangunan. Meski risikonya lebih kecil pada pipa plastik dibandingkan pipa logam, tetap lebih aman untuk menghindari penggunaan air.
2. Jangan Sentuh Peralatan Elektronik
Petir bisa merambat melalui kabel. Jika mengenai sistem kelistrikan, peralatan yang terhubung berisiko rusak atau hancur. Bahkan, menyentuh atau menggunakan peralatan saat sambaran terjadi juga dapat menyebabkan sengatan listrik.
3. Cabut Peralatan Elektronik
Kecuali memasang pelindung lonjakan arus (surge protector) di rumah, sebaiknya cabut peralatan elektronik saat badai. Perangkat dengan papan sirkuit sangat sensitif terhadap sambaran petir. Untuk itu, prioritaskan mencabut perangkat elektronik seperti:
Komputer
Laptop
Kulkas
Televisi
Mesin cuci
Konsol gim
4. Hindari Lantai dan Dinding Beton
Beton bisa menjadi penghantar listrik karena didalamnya diperkuat tulangan logam. Oleh karena itu, saat badai petir jangan berbaring di lantai beton atau bersandar di dinding yang mungkin mengandung tulangan tersebut.
5. Jangan Gunakan Telepon Kabel
Telepon kabel berisiko tinggi saat badai petir karena dapat menghantarkan listrik. Sebaiknya gunakan telepon nirkabel atau ponsel yang lebih aman.
6. Jauhi Jendela dan Pintu
Petir bisa masuk melalui jendela atau pintu yang terbuka. Tutup rapat semua akses tersebut selama badai untuk mengurangi risiko bahaya.
7. Tetap Waspada Setelah Badai
Meski hujan sudah reda, petir masih bisa menyambar. Cara sederhana untuk menilainya adalah dengan menghitung jeda antara kilat dan guntur. Jika jaraknya kurang dari 30 detik, artinya petir cukup dekat untuk menyambar. Dalam situasi seperti ini, tetaplah di dalam ruangan. Tunggu setidaknya 30 menit setelah badai benar-benar berakhir sebelum keluar.
8. Gejala Orang yang Tersambar Petir
Orang yang tersambar petir bisa kehilangan kesadaran, jantung berhenti berdetak, atau mengalami syok dengan gejala kulit pucat, dingin, nadi cepat, mual, muntah, hingga pupil membesar. Menurut laman First Aid Training Cooperative, pertolongan pertama yang perlu dilakukan adalah:
Periksa jalan napas dan pastikan korban bernapas. Jika tidak, segera hubungi bantuan medis dan lakukan CPR.
Periksa kemungkinan cedera tulang belakang atau leher. Catat kelainan tersebut, lalu informasikan pada paramedis.
Rawat luka bakar dengan air mengalir selama 20 menit dan tutup perban steril untuk mencegah infeksi.
Periksa mata dan telinga karena bisa rusak akibat sambaran petir yang bisa menimbulkan kebutaan atau tuli sementara.
Jika korban kebingungan, mual, atau hilang ingatan, jaga mereka tetap tenang dan berikan mereka banyak dukungan.
Jika korban mengalami syok, baringkan korban telentang dengan kaki terangkat setidaknya 15 cm, atau baringkan dalam posisi miring jika tidak sadar untuk mencegah penyumbatan oleh lidah atau muntahan.
Baca Juga: 8 Tips Aman Menghadapi Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan
(SA)
