Konten dari Pengguna

Tips Menjaga Kesehatan Saat Kabut Tebal agar Tubuh Tetap Terlindungi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jalan kerkabut. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jalan kerkabut. Foto: Unsplash

Kabut dapat terjadi sepanjang tahun, terutama saat pergantian musim, pagi hari, atau setelah hujan lebat ketika udara hangat dan lembap bertemu dengan suhu dingin. Meski terlihat tenang, kabut tebal dapat menurunkan kualitas udara yang dapat memicu gangguan kesehatan seperti alergi dan masalah pernapasan. Artikel ini akan mengulas berbagai tips menjaga kesehatan saat kabut tebal berdasarkan panduan dari laman University of Nebraska Lincoln (UNL) Health Center dan Asian Institute of Medical Sciences.

Daftar isi

1. Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar

Kabut dapat memerangkap polutan di dekat permukaan tanah yang berisiko memicu alergi dan gangguan pernapasan. Bagi penderita asma atau alergi, sebaiknya jaga jendela tetap tertutup. Saat harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang mampu menyaring debu dan polutan agar tidak masuk ke saluran napas.

2. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Paparan kabut yang dingin dan lembap dapat menyebabkan menggigil, iritasi tenggorokan, batuk, dan pilek. Jika tidak mendesak, kurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi yang memiliki gangguan pernapasan. Siapkan obat-obatan atau inhaler, khususnya pada pagi hari saat kabut biasanya paling tebal.

3. Perbanyak Konsumsi Air Putih

Minum air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan saluran pernapasan sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh. Tubuh yang terhidrasi dengan baik lebih kuat menghadapi paparan udara yang kurang bersih.

4. Konsumsi Makanan Bergizi

Asupan nutrisi berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin, mineral, dan antioksidan untuk membantu melindungi tubuh dari dampak buruk polusi udara.

5. Istirahat yang Cukup

Tidur yang cukup membantu proses pemulihan tubuh dan memperkuat sistem imun. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga lebih mudah terserang penyakit saat kondisi udara tidak sehat.

6. Lindungi Mata dan Kulit

Gunakan kacamata saat berada di luar ruangan untuk mengurangi iritasi mata. Setelah beraktivitas, segera cuci wajah dan tangan agar sisa polutan tidak menempel terlalu lama pada kulit.

7. Jaga Kebersihan Rumah Saat Kabut Tebal

Kabut meningkatkan kelembapan udara luar yang dapat masuk ke dalam rumah. Pastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik dan bersihkan debu secara rutin agar kualitas udara tetap terjaga. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Gunakan AC atau dehumidifier jika kelembapan udara di dalam rumah terasa tinggi.

  • Periksa celah dan pastikan segel pintu serta jendela rapat untuk mencegah udara lembap masuk.

  • Gunakan air purifier untuk menyaring debu, spora jamur, dan polutan di dalam ruangan.

Baca Juga: Tips Menjaga Suhu Tubuh Saat Cuaca Panas yang Efektif

(SA)