Konten dari Pengguna

Tumbuhan Air Tawar: Jenis-Jenis, Contoh, dan Ciri Utamanya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tumbuhan air tawar. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tumbuhan air tawar. Foto: Unsplash

Tumbuhan air tawar merupakan tumbuhan yang hidup di lingkungan perairan dengan kadar garam rendah, seperti sungai, rawa, danau, kolam, maupun waduk. Keberadaan tumbuhan ini sangat penting karena menyediakan oksigen, menjadi habitat bagi berbagai satwa, serta menjaga kualitas air. Tumbuhan air tawar dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama, yaitu tumbuhan muncul di permukaan, tumbuhan terapung, dan tumbuhan terendam. Artikel ini akan menguraikan karakteristik masing-masing tumbuhan air tawar dan contohnya.

Daftar isi

1. Tumbuhan Muncul di Permukaan Air (Emergent Plants)

Jenis tumbuhan ini tumbuh di perairan dangkal dengan akarnya yang terendam air, sedangkan batang dan daunnya menjulang ke atas permukaan air. Menurut laman Aquatrition, bagian pucuk daun sangat efektif dalam menyerap karbon dioksida dari udara, yang selanjutnya berperan dalam membantu mengatur keseimbangan kimia air. Contoh tumbuhan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:

  • Teratai (Nymphaea sp.)

  • Cattail (Typha latifolia)

  • Milkweed (Asclepias syriaca)

  • Horsetail atau paku ekor kuda (Equisetum sp.)

2. Tumbuhan Terapung (Floating Plants)

Tumbuhan terapung adalah tumbuhan yang mengapung di permukaan air. Akar tumbuhan ini dapat menjuntai bebas di dalam air atau tertancap di dasar perairan. Berdasarkan studi dalam Journal of Aquaculture Engineering and Fisheries Research, tumbuhan terapung memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi sehingga dapat tumbuh subur di berbagai lingkungan perairan, mulai dari kolam hingga sungai dengan aliran lambat. Jenis tumbuhan ini umumnya dikenal memiliki daun yang lebar dan pipih, serta bunga yang menarik. Contoh tumbuhan terapung meliputi:

  • Eceng gondok (Eichhornia crassipes)

  • Bunga lili air (Nymphaeaceae sp.)

  • Duckweed atau mata lele (Lemna minor)

  • Selada air (Nasturtium officinale)

3. Tumbuhan Terendam (Submergent Plants)

Tumbuhan terendam merupakan tumbuhan air yang biasanya berakar di dasar perairan dan sebagian besar bagian tubuhnya berada di bawah permukaan air. Tumbuhan ini sangat berperan dalam menghasilkan oksigen terlarut dan membantu proses penyaringan air. Daun tumbuhan terendam umumnya tipis dan sempit agar mudah beradaptasi dengan arus air. Contoh tumbuhan terendam antara lain:

  • Seledri liar (Vallisneria americana)

  • Bladderwort (Utricularia)

  • Hydrilla (Hydrilla verticillata)

  • Hornwort atau lumut tanduk (Ceratophyllum demersum)

  • Cabomba (Cabomba sp.)

4. Karakteristik Tumbuhan Air Tawar

Menurut laman Treehugger dan Just Agriculture, tumbuhan air tawar memiliki sejumlah ciri utama yang membuatnya mampu bertahan di lingkungan perairan, antara lain:

  • Tumbuhan ini tumbuh optimal dalam kondisi tergenang atau terendam air, dengan struktur khusus seperti daun tipis, rongga udara, atau sistem akar tertentu.

  • Tumbuhan yang terendam umumnya tidak memiliki lapisan kutikula untuk mencegah kekeringan karena seluruh bagian tubuhnya selalu berada di dalam air.

  • Stomata jarang ditemukan pada daun tumbuhan yang sepenuhnya terendam.

  • Beberapa tumbuhan air memiliki daun yang muncul ke permukaan air untuk mendapatkan udara dan sinar matahari, sementara akarnya tetap tertanam di dasar perairan.

  • Tumbuhan air tawar membutuhkan empat komponen utama untuk bertahan hidup, yaitu air, cahaya, karbon dioksida, dan nutrisi.

Baca Juga: Ciri-ciri Tumbuhan Monokotil: Akar, Batang, Daun, dan Bunga

(SA)