Konten dari Pengguna

Warna Api Paling Panas Berdasarkan Suhunya, Ini Urutannya

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi warna api. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi warna api. Foto: Unsplash

Warna api ternyata bisa menjadi indikator seberapa panas suhu yang dihasilkan. Semakin sempurna proses pembakarannya, semakin tinggi pula suhu yang tercipta. Lantas, warna api paling panas itu apa saja? Suhu api bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis bahan bakar yang dibakar, jumlah oksigen yang tersedia, serta reaksi kimia yang terjadi di dalam nyala api. Simak pembahasan selengkapnya dalam artikel ini.

Daftar isi

1. Warna Biru

Warna biru menandakan suhu api paling panas. Api biru menunjukkan pembakaran sempurna dengan suplai oksigen maksimal. Biasanya muncul pada tempat dengan campuran gas yang optimal, seperti pembakar bunsen atau kompor gas rumah tangga. Menurut laman How Stuff Works, suhu api biru dapat mencapai 1.400 hingga 1.600°C. Bahkan warna biru keunguan atau ungu bisa melampaui 1.650°C.

2. Warna Putih

Api putih menunjukkan pelepasan energi yang sangat kuat. Warna ini biasanya muncul pada pembakaran gas yang terkalibrasi sempurna atau dalam reaksi kimia tertentu. Mengutip laman Kitchen Fire Stop, suhu api putih terang bisa mencapai 1.300 hingga 1.500°C.

3. Warna Oranye dan Kuning

Api berwarna oranye dan kuning memiliki suhu antara 1.100 hingga 1.200°C. Warna ini muncul ketika pembakaran belum sepenuhnya sempurna, biasanya karena pasokan oksigen terbatas. Contoh paling umum bisa dilihat pada nyala lilin atau api kayu. Saat suhu meningkat, warna oranye cenderung memudar dan berubah menjadi lebih terang.

4. Warna Merah

Warna merah adalah tanda bahwa api memiliki suhu paling rendah di antara warna lain. Kisaran suhunya hanya sekitar 600 hingga 800°C. Api merah biasanya terjadi ketika oksigen tidak cukup, atau bahan bakar yang digunakan tidak memungkinkan pembakaran yang sempurna.

5. Warna Hijau

Api hijau tergolong unik karena warnanya tidak menunjukkan suhu, melainkan berasal dari reaksi kimia tertentu. Mengutip laman Fire Fighter Now, api hijau muncul ketika kalium klorat dan sulfur berinteraksi dengan nitrat atau garam barium. Fenomena ini sering dimanfaatkan pada kembang api untuk menciptakan efek warna menarik. Api hijau bisa menyala pada suhu berapa pun, tergantung pada bahan kimia yang digunakan.

6. Penyebab Perbedaan Warna Api

Menurut How Stuff Works, perbedaan warna api disebabkan oleh komposisi kimia bahan yang terbakar dan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan selama reaksi pembakaran. Ketika bahan terbakar, elektron di dalam atom menyerap energi dan berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Saat elektron tersebut kembali ke tingkat energi semula, mereka melepaskan cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang inilah yang menghasilkan warna berbeda pada nyala api, mulai dari merah hingga biru.

Baca Juga: Cara Terbentuknya Kerak Air di Ketel atau Dispenser Menurut Proses Kimia Alami

(SA)