Dampak Buruk Kurang Tidur Pada Remaja dan Dampaknya bagi Kesehatan

Mahasiswa Universitas Pembangunan Jaya
Tulisan dari Amanda Resqi Heppi Sallalu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidur adalah kebutuhan yang penting dalam hidup kita. Tidur merupakan cara kita untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran setelah beraktivitas seharian. Semua orang perlu tidur karena saat tidur, tubuh akan memperbaiki diri secara fisik maupun mental, sehingga kita merasa segar dan berenergi saat bangun. Jam tidur yang ideal untuk remaja pada umumnya memerlukan waktu tidur antara 8-9 jam setiap malam.
Tidak semua orang mampu mendapatkan waktu tidur yang ideal karena berhubungan dengan tugas yang harus mereka kerjakan. Gangguan tidur menyebabkan beberapa anak remaja tetap terjaga di malam hari, bahkan ketika mereka sebenarnya sudah lelah dan ingin tidur. Apabila hal itu dilakukan secara terus menerus, maka akan berdampak pada tubuh dan kesehatan.
"Tidur adalah salah satu pilar kesehatan yang baik, dan memperhatikan tidur seseorang, memberi diri Anda cukup kesempatan untuk tidur, menyadari bahwa jika Anda kurang tidur, Anda akan merasa buruk, ini kemungkinan akan semakin buruk semakin Anda kurang tidur, oleh karena itu jadikan tidur sebagai prioritas." kata Bhanu Kolla, profesor psikiatri dan psikologi di Mayo Clinic.
Penyebab Kurang Tidur
Jadwal yang Padat
Anak-anak remaja zaman sekarang memiliki jadwal aktivitas dan pekerjaan sekolah yang lebih padat. Mereka bisa saja begadang untuk mengerjakan tugas atau belajar untuk ujian. Itulah mengapa banyak remaja yang mengalami stres hingga menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia.
Kafein
Kafein adalah stimulan yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan biasanya dikonsumsi dalam bentuk kopi atau teh. Biasanya anak remaja yang suka mengonsumsi minuman berkafein lebih sulit tidur di malam hari. Hal itu bisa menjadi penyebab utama gangguan tidur pada remaja.
Gadget
Saat ini, banyak remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan mereka dengan smartphone dan tablet daripada bermain di luar seperti di lapangan. Mereka bahkan begadang untuk menonton video dan bermain media sosial. Cahaya biru terang yang terpancar dari perangkat tersebut dapat memperlambat pelepasan melatonin dan membuat sulit tidur meskipun perangkat sudah dimatikan.
Dampak Kurang Tidur
Menyebabkan Kebodohan
Kurang tidur dapat merusak proses kognitif: perhatian, kewaspadaan, konsentrasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Hal ini membuat pembelajaran yang efektif menjadi sulit. Orang yang kurang tidur merasa sulit untuk mengingat apa yang telah mereka pelajari atau alami sepanjang hari.
Depresi
“Orang yang didiagnosis dengan depresi atau kecemasan cenderung tidur kurang dari enam jam di malam hari.” Sleep Foundation di Amerika pada 2005.
Gangguan tidur yang paling umum yaitu insomnia, memiliki kaitan terkuat dengan depresi. Insomnia dan depresi saling memengaruhi, karena insomnia merupakan salah satu gejala awal depresi. Jika kurang tidur, itu akan memperburuk gejala depresi.
Menjadi Pelupa
Kurang tidur di setiap malam dapat merusak aktivitas dan fungsi otak serta memori pada orang dewasa, remaja dan anak-anak. Kurang tidur jangka panjang dapat menyebabkan perubahan struktural di otak yang berhubungan dengan ingatan jangka panjang. Contoh efeknya adalah merasa sulit mencerna dan berkonsentrasi pada sesuatu dan bereaksi lebih lambat. Bagi remaja, kurang tidur membuat sulit mempelajari suatu mata pelajaran di sekolah.
Peningkatan Risiko Penyakit Jantung
Kurang tidur dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit, salah satunya adalah penyakit jantung. Ini karena kurang tidur dapat menyebabkan produksi sitokin inflamasi, yang berperan penting dalam perkembangan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah di sekitarnya). Sitokin inflamasi dapat menyebabkan peradangan. Peradangan ini dapat menyerang berbagai organ dan jaringan di dalam tubuh, termasuk pembuluh darah yang berada di sekitar jantung.
Cara Mengatasi Kurang Tidur
Batasi konsumsi kafein
Cara efektif mengatasi insomnia adalah dengan mengurangi konsumsinya. Kafein tidak hanya terdapat pada kopi, tetapi juga pada teh, minuman bersoda, dan minuman berenergi. Jika minum minuman berkafein secara terus-menerus dapat menyebabkan insomnia akut. Jika memang ingin minum kopi, sebaiknya diminum pada pagi atau sore hari paling lambat 5-6 jam sebelum tidur. Karena efek kopi hanya bertahan selama 4 jam. Sebagai gantinya, bisa meminum susu hangat sebelum tidur.
Batasi Penggunaan Gawai di Malam Hari
Salah satu cara mengatasi insomnia adalah dengan menghindari penggunaan gawai sebelum tidur. Cahaya biru dari perangkat Anda dapat membuat Anda sulit tidur. Cara lain untuk mengatasi insomnia adalah dengan menghindari aktivitas yang membuat Anda tetap terjaga seperti Layar ponsel, menonton TV, bermain game di tablet, dll. Ketahuilah bahwa cahaya biru yang dipancarkan dapat membuat Anda tetap terjaga dan mengganggu tidur karena menekan hormon melatonin (hormon yang berperan dalam proses tidur).
Olahraga secara teratur
Sebuah penelitian pada Sleep Medicine Reviews tahun 2015 lalu menyatakan bahwa olahraga dapat meningkatkan waktu tidur pada malam hari. Setidaknya berolahraga selama 150 menit setiap minggu. Jadi Anda bisa membagi waktu olahraga tersebut dengan 30 menit setiap hari selama 5 hari dalam seminggu. Namun saat berolahraga sebaiknya olahraga sudah berhenti 2 jam sebelum tidur. Hindari berolahraga yang dekat dengan waktu tidur karena justru membuat Anda semakin terjaga sepanjang malam.
Sadarilah bahwa kesehatan tubuh kita harus dijaga. Biasakan tidur dengan waktu yang cukup. Jika kita kurang waktu tidurnya, maka akan memberikan banyak dampak buruk. Terutama bagi kesehatan kita sendiri. Mulailah pola hidup sehat dengan tidur dengan waktu yang cukup, tepat waktu, dan secara teratur.
