Entertainment
·
17 Oktober 2020 16:02

Kisah Abdullah bin Ummi Maktum yang Pernah Ditolong Iblis

Konten ini diproduksi oleh Hijab Lifestyle
Kisah Abdullah bin Ummi Maktum yang Pernah Ditolong Iblis (32659)
Ilustrasi kisah Abdullah bin Ummi Maktum. Foto: Unsplash.com/thomasbormans
Abdullah bin Ummi Maktum adalah seorang laki-laki tuna netra sahabat Nabi Muhammad SAW. Meski namanya begitu asing, beliau diketahui pernah membuat Nabi Muhammad SAW mendapatkan teguran dari Allah SWT karena telah bermuka masam dengan sesama Muslim.
ADVERTISEMENT
Maka dari itu, diturunkan lah QS. Abasa ayat 1-16 yang artinya:

"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling karena telah datang seorang buta kepadanya (Abdullah bin Ummi Maktum). Tahukah kamu, barangkali ia ingin membersihkan diri nya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal, tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pelajaran), sedang ia takut kepada (Allah) maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan."

Dilansir dari beberapa sumber, Abdullah pernah mengikuti pengajian Nabi Muhammad SAW di sebuah masjid. Dalam kajian tersebut, Nabi Muhammad SAW menyampaikan kewajiban setiap Muslim yang mendengarkan azan agar segera menunaikan salat di masjid.
ADVERTISEMENT
Abdullah yang merupakan penyandang disabilitas itu pun mempertanyakan permasalahan yang dialaminya kepada Nabi Muhammad SAW.
"Wahai Rasulullah SAW, apakah saya juga diwajibkan meskipun tidak bisa melihat?" tanya Abdullah.
Rasulullah SAW pun menjawab, "Apakah engaku mendengar seruan azan?"
"Ya, saya mendengarnya," jawab Abdullah.
Maka, Rasulullah SAW pun memerintahkannya agar tetap pergi ke masjid meskipun sambil merangkak.
Kisah Abdullah bin Ummi Maktum yang Pernah Ditolong Iblis (32660)
Ilustrasi muazin. Foto: Shutterstock
Sejak saat itu, Abdullah selalu rajin untuk bergegas ke masjid setelah mendengar azan meskipun dengan kondisi fisik yang dialaminya. Namun, suatu ketika saat Abdullah dalam perjalanan menuju masjid, ia tersandung batu hingga mengeluarkan darah. Akan tetapi, alih-alih kembali ke rumah, Abdullah tetap melangkahkan kaki ke masjid.
Keesokan harinya, Abdullah kembali berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat dengan luka di kakinya akibat tersandung. Menariknya, selama beberapa hari ada seseorang yang membantunya berjalan menuju masjid.
ADVERTISEMENT
Rasa penasaran Abdullah pun menguat, ia pun bertanya siapakah pemuda yang menolongnya mengantar ke masjid.
"Wahai saudaraku, siapakah namanu? Aku ingin mengetahuinya agar bisa mendoakanmu kepada Allah SWT?" tanya Abdullah.
"Apa untukngnya bagimu mengetahui namaku dan aku tak mau engkau doakan," jawab pemuda tersebut.
Sembari memegang tangan pemuda tersebut, Abdullah pun menyampaikan sipaya pemuda itu tidak membantunya.
"Aku tak mau engkau menolongku lagi karena kau tak mau didoakan," ucap Abdullah.
Akhirnya, pemuda tersebut memperkenalkan diri.
"Wahai Abdullah Ummi Maktum, ketahuilah sesungguhnya aku adalah iblis."
Abdullah tersentak, "Kalau memang iblis, mengapa engkau menolong dan mengantarku ke masjid? Bukannya engkau harus mencegahku ke sana?" tanya Abdullah.
"Wahai Abdullah Ummi Maktum, masih ingatkah engkau beberapa hari yang lalu tatkala engkau hendak ke masjid dan engkau tersandung batu? Aku tidak ingin hal itu terulang lagi. Sebab, lantaran engkau terjatuh, Allah telah mengampuni dosamu yang separuh. Aku takut kalau engkau tersandung lagi, Allah akan menghapuskan dosamu yang separuhnya lagi sehingga terhapuslah dosamu seluruhnya. Maka, sia-sialah kami setan menggodamu selama ini,” jawab iblis tersebut.
ADVERTISEMENT
Dari kisah tersebut kita semua belajar, kalau iblis akan selalu menggoda dan menyesatkan manusia, serta berusaha membelokkan orang yang beriman ke arah yang sangat tidak disukai Sang Pencipta.
Selain itu, Abdullah juga merupakan pengumandang azan yang indah sekali suaranya selain Bilal bin Rabah.
Begitulah sedikit kisah tentang Abdullah bin Ummi Maktum. Semoga bisa dijadikan pelajaran, ya Hijabers.