kumparan
search-gray
Entertainment30 Mei 2020 14:12

Kisah Abu Thalhah sebagai Sahabat Nabi yang Jenazahnya Utuh karena Rajin Puasa

Konten kiriman user
Kisah Abu Thalhah sebagai Sahabat Nabi yang Jenazahnya Utuh karena Rajin Puasa (178212)
Ilustrasi kisah Abu Thalhah. Foto: Pixabay
Dalam kehidupan, kematian adalah hal yang tidak bisa semua orang hindari. Kematian akan selalu datang dalam kehidupan. Kematian pula yang membuat sebagian orang merasa itu hadir diwaktu yang tidak tepat. Namun, siapa yang harus disalahkan? Tidak ada.
ADVERTISEMENT
Dalam sejarah Islam, ada seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang ia segani dalam hidup. Abu Thalhah namanya. Beliau adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang mendermakan seluruh hal yang dimiliki dan dicintainya kepada orang lain. Kebaikan dan kemurahan hati Abu Thalhah dan istrinya dalam menjamu tamu, adalah salah satu perbuatan mulia bagi Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW pernah berkata kepada Abu Thalhah, "Wahai Abu Thalhah, Allah SWT kagum dengan perbuatanmu menjamu tamu semalam."
Bahkan Allah SWT menurunkan sebuah ayat tentang hal itu kepadaku, yang tertuang dalam QS. al-Hasyr ayat 9 yang artinya:

"Mereka lebih mengutamakan (orang Muhajirin) daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka memerlukannya."

Mengenai sosok Abu Thalhah, dirangkum dari beberapa sumber, banyak yang bahwa jenazahnya utuh karena rajin berpuasa. Semasa hidupnya, ia sangat rajin berpuasa kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.
ADVERTISEMENT
Ada satu kisah yang menjelaskan bahwa Abu Thalhah terus mengarungi bumi untuk menegakkan kalimat Allah SWT dan memuliakan agama-Nya.
Pada suatu kisah, ketika pasukan kaum Muslim di masa Khalifah usman bin Affan akan berperang di lautan, Abu Thalhah ikut bersama rombongan. Namun, anaknya seperti tidak mengizinkan karena kondisi Abu Thalhah yang sudah tua renta.
Anak dari Abu Thalhah berkata, "Semoga Allah merahmatimu wahai ayah kami. Kau sekarang sudah tua sekali. Kau sudah berjuang bersama Rasulullah, Abu Bakar, Umar, kenapa kau sekarang tidak istirahat saja dan biarkan kami yang berjihad."
Abu Thalhah menjawab melalui firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 41 yang artinya:

"Allah SWT berfirman berangkatlah dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."

ADVERTISEMENT
Lantas, Abu Thalhah pun berangkat dalam rombongan untuk ikut berjihad. Namu, kematian selalu bisa dipastikan akan terjadi dalam hidup. Abu Thalhah meninggal saat berada di tengah lautan bersama pasukan Muslimin lainnya. Mereka (kaum Muslimin) berusaha mencari pulau untuk menguburkan jasadnya, tetapi tidak menemukan satu pulau pun saat perjalanan kecuali setelah 7 tujuh hari lamanya.
Anehnya, selama tujuh hari itu jasad Abu Thalhah seperti tidak berubah. Seakan-akan Abu Thalhah hanya sedang tertidur pulas. Jauh dari keluarga, jasad Abu Thalhah dimakamkan ditempat yang jauh, namun dekat kepada Allah SWT.
Begitulah kisah perjuangan Abu Thalhah yang tetap ingin berjuang dalam menegakkan ajaran Allah SWT dan amalan puasa yang dilakukannya. Dengan usahanya, Abu Thalhah diberikan kemudahan saat bertemu Allah SWT.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white