Konten dari Pengguna

Kisah Qabil dan Habil, Tragedi Pembunuhan Pertama Manusia

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pembunuhan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Pixabay

Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT untuk dijadikan seorang pemimpin atau khalifah di muka bumi. Ini dijelaskan pada QS. Al-Baqarah ayat 30 yang artinya:

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'."

Kemudian, Allah SWT menciptakan Siti Hawa sebagai perempuan yang layak untuk diteladani. Dalam hadist Nabi SAW, Hawa diciptakan dari tulang rusuk kiri Adam di dalam surga. Namun, suatu ketika terjadilah peristiwa besar yang yang membuat Nabi Adam AS dan Hawa harus diturunkan ke bumi usai memakan buah dari pohon terlarang bernama khuldi.

Singkat cerita, selama hidup di bumi, Nabi Adam AS dan Hawa diberi keturunan oleh Allah SWT. Dilansir dari beberapa sumber, Hawa selalu melahirkan dua bayi kembar, laki-laki dan perempuan. Hawa melahirkan anak pertama Qabil dan saudari kembarnya bernama Iqlimiya yang berparas cantik. Kemudian Habil dan saudari kembarnya bernama Layudha yang berparas kurang menarik.

Hingga akhirnya, Qabil dan Habil beserta pasangan kembar mereka tumbuh dewasa. Allah SWT mensyariatkan atau membolehkan kepada Nabi Adam AS untuk menikahkan setiap putranya selain kembaran mereka.

Singkat cerita, Qabil menaruh hati kepada pasangan kembarnya sendiri yang berparas cantik, yaitu Iqlimiya. Namun, ketika Nabi Adam AS hendak menikahkan Qabil dengan Layudha, dan Habil dengan Iqlimiya timbullah sikap protes dari Qabil. Ia menolak dinikahi oleh saudari kembar Habil, Layudha, sebab parasnya yang tidak menarik.

Nabi Adam AS pun merasa dilema, lalu ia meminta pertolongan Allah SWT dan dikabulkan. Namun, Allah SWT meminta pengorbanan setiap putra Nabi Adam AS, yang apabila pengorbanannya diterima maka akan mendapatkan keadilan di sisi-Nya.

Qabil yang merupakan seorang petani, berkurban dengan hasil panen biji-bijian dengan kualitas yang buruk. Dia bahkan tidak memedukan apakah kurbannya akan diterima atau tidak, sebab rasa sombong sudah menguasai dirinya. Sedangkan Habil yang seorang peternak, berkurban seekor binatang, ada yang menyebutnya kambing atau unta, terbaik dari ternaknya.

Setelah kurban mereka dipersembahkan, Allah SWT hanya menerima kurban yang Habil berikan. Itu tandanya, Habil akan menikahi Iqlimiya dan Qabil dengan Layudha. Qabil justru marah karena tak dapat menikahi saudari kembarnya yang cantik. Dengan penuh amarah, Qabil pun mendatangi Habil dan berkata, "Aku akan membunuhmu! Aku tak mau melihatmu bahagia, sementara aku tak bahagia!"

Allah SWT menceritakannya dalam QS. Al-Maidah ayat 27 yang artinya:

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil) dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya dan tidak diterima dari yang lainnya. Maka berkata yang tidak diterima kurbannya, ‘Sungguh aku akan membunuhmu.’ Dan berkata yang diteirma kurbannya, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang bertakwa.’

Habil justru merasa iba dengan kemarahan Qabil dan selalu mencoba menyadarkan Qabil atas niat untuk membunuh dirinya agar tidak terjatuh pada dosa dan membuat Allah SWT murka.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 28-29 yang artinya:

“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu untuk membunuhku, sekali-kali aku tidak menggerakkan tanganku aku membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Robb sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa (pembunuhan ini) dan dosa kamu sendiri yang lain, maka kamu menjadi penghuni neraka, dan yang demkian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”

Namun, sepertinya nasihat Habil tidak didengar. Hingga suatu ketika, di saat Habil sedang terlelap, Qabil datang dengan membawa batu besar di tangannya, lalu melemparkannya dan mengenai kepala Habil sampai saudaranya pun meninggal.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang memulai perkara baik (yang disyariatkan) maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat. Dan barang siapa yang memulai perkara jelek maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat.” (HR. Muslim)

Ini adalah kematian pertama yang terjadi di muka bumi dan kejahatan pertama yang dilakukan manusia.