Konten dari Pengguna

Memahami Definisi Sukses Menurut Islam

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi orang sukses. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang sukses. Foto: Shutterstock

Tidak ada manusia yang tidak ingin sukses dalam hal materi maupun non materi. Namun, tidak semua kesuksesan dinilai sebagai materi berlebih dan hidup yang bergelimang harta. Lalu, definisi sukses menurut agama Islam seperti apa?

embed from external kumparan

Menurut agama Islam, sukses adalah suatu hal yang berhasil diwujudkan, khususnya dalam hal kebaikan atau sesuatu yang bernilai baik.

Pada saat ini, kebanyakan manusia mengukur kesuksesan dari jabatan, harta, ataupun keluarga. Semua hal tersebut memang tidak menjadi masalah jika kamu ingin meraihnya. Tetapi, jika hanya berfokus pada kesuksesan dunia, bagaimana dengan kesuksesan di akhirat kelak? Inilah mengapa sebagai manusia kita harus menyeimbangkan dunia dan akhirat.

Lantas, bagaimana sukses menurut Islam sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran dan hadis?

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin telah mengatur seluruh kehidupan manusia, salah satunya mengenai kesuksesan hidup manusia. Manusia yang sukses dalam Islam tidak hanya diukur oleh harta dan posisi atau jabatannya di suatu perusahaan, melainkan ada standar lain yang Allah SWT berikan. Berikut adalah sukses menurut Islam sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran dan hadis.

1. Sukses karena bermanfaat

Islam mengajarkan umatnya untuk bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Inilah mengapa memberikan manfaat pada manusia lain adalah kebutuhan karena kita akan merasakan kebermaknaan dari apa yang kita lakukan untuk orang lain.

"Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang memberikan manfaatnya pada orang lain." (HR Bukhari)

Memberikan manfaat kepada orang lain bisa dalam hal kebutuhan, seerti memberikan bantuan sosial kepada yang kurang mampu.

2. Sukses karena membangun masyarakat

Ilustrasi sukses sebagai pemimpin. Foto: Shutterstock

Dalam hal ini, Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi seorang pemimpin di muka bumi. Ini telah disampaikan di dalam QS. al-Baqarah ayat 30 yang artinya:

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"."

Sebelum menjadi pemimpin, tentu kamu harus mempunyai bekal ilmu pengetahuan untuk menjalan misi menjadi Khalifah di muka bumi. Kemudian, kamu juga perlu mengoptimalkan potensi melalui karir sebagai sarana kita menjalankan misi hidup tersebut. Tentu saja ukuran sukses yang dimaksud bukan saat kita berhasil mencapainya, melainkan atas apa yang kita bangun, kembangkan, dan selesaikan.

3. Sukses di akhirat

Semua yang telah dicapai selama di dunia, bukanlah apa-apa karena semua itu hanya sementara. Jelas saja, itu bukanlah sukses yang sebenarnya. Keselamatan akhirat lah yang menjadi kunci utama kesuksesan kita melalui bekal-bekal amalan kebaikan selama di dunia.

Allah SWT berfirman dalam QS. al-An'am ayat 32 yang artinya:

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"

Intinya, kesuksesan itu bukan hanya dilihat oleh mata manusia, melainkan dalam penilaian Allah SWT.