kumparan
search-gray
Entertainment3 Juni 2020 9:49

Mengenal Salahuddin Ayyubi, Panglima Perang yang Ditakuti Tentara Salib

Konten kiriman user
Mengenal Salahuddin Ayyubi, Panglima Perang yang Ditakuti Tentara Salib (121026)
Ilustrasi peran. Foto: Pexels
Seorang panglima Muslim yang sangat ditakuti dan tak kenal takut ketika Perang Salib berlangsung, ialah Salahuddin Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadi atau Salahuddin al-Ayyubi dan atau Saladin.
ADVERTISEMENT
Dia dilahirkan di kota Tikrit, Irak pada 1138 M dan bersal dari suku Kurdi. Namanya dikenal di dunia Muslim dan Kristen karena pernah berjuang bersama kaum Muslim lainnya saat berperang melawan tentara salib.
Sejak kecil, Salahuddin telah menekuni teknik perang, strategi, dan politik di Balbek, Lebanon yang saat itu ayahnya, Najmuddin Ayyub, menjadi seorang Gubernur Balbek. Tak cuma itu, Shalahuddin juga mempelajari teologi Sunni, menunggang kuda, menghafal hadist-hadist Nabi, menghafal Alquran, dan ilmu lainnya.
Nama Salahuddin Ayyubi terkenal sejak memimpin umat Islam dalam perang melawan tentara salib. Saat perang itu terjadi, Salahuddin yang lebih suka perdamaian dari pada pertempuran berhasil menghentikan perang meskipun musuhnya telah diambang kekalahan. Hingga akhirnya, dia berhasil merebut Yerussalem tanpa membalas tentara salib yang telah membunuh banyak pasukan Muslim. Sejak itulah, Salahuddin dijuluki sebagai "Singa Padang Pasir". Walaupun jago dalam berperang, sejatinya dia lebih suka perdamaian.
Mengenal Salahuddin Ayyubi, Panglima Perang yang Ditakuti Tentara Salib (121027)
Lukisan Salahuddin Ayyubi. Foto: Wikipedia
Selain itu, dalam sejarah Islam, Salahuddin Ayyubi juga mendirikan salah satu kerajaan bernama Dinasti Ayubiyah. Daerah kekuasaannya pun cukup luas, meliputi Mesir, Yaman (kecuali pegunungan utara), Diyar Bakr, Mekkah, Hijaz, dan Irak Utara.
ADVERTISEMENT
Dinasti ini memiliki armada dan benteng yang kuat. Sejumlah benteng kokoh didirikan di daerah yang pernah menjadi kekuasaannya, yaitu Qal'at yang berada di puncak Kairo dan didirikan antara 1176 dan 1183 M. Kemudian, setelah usai mendirikan benteng tersebut, Salahuddin juga mulai membangun dinding yang mengelilingi pusat kota saat itu, Kairo dan Fustat. Dan banyak benteng-benteng lain yang didirikan oleh Salahuddin.
Sampai pada akhir kejayaan Salahuddin pun berakhir, dirinya wafat pada 1193 M. Kematiannya menandakan bahwa kerajaan yang didirikannya kian melemah. Dinasti Ayubiah berakhir ketika pemimpin terakhir, Sultan Ayubiyah, terbunuh oleh budak Mamluk.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white