Konten dari Pengguna

Pertama di London Barat: Tim Sepak Bola Khusus Wanita Muslim

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Skuad wanita Abresham FC. Foto: Instagram/@abreshamgirlsfc
zoom-in-whitePerbesar
Skuad wanita Abresham FC. Foto: Instagram/@abreshamgirlsfc

Remaja Muslim London Barat menyambut antusias setelah pembukaan tim sepak bola putri Afghanistan dan Muslim pertama di kota tersebut. Mereka akhirnya mendapatkan tempat untuk berlatih olahraga secara bebas tanpa mendapat perlakuan diskriminatif.

Didukung oleh Afghanistan dan Asosiasi Asia Tengah di Feltham dan Comic Relief, Abresham FC berdiri dua bulan lalu. Sekarang, tim itu memiliki lebih dari 50 peserta yang terdaftar, dari usia 8 hingga 16 tahun.

"Kami ingin meningkatkan eksistensi gadis-gadis Muslim dalam olahraga," Alice Bletsoe, koordinator sepak bola putri badan amal tersebut, mengatakan kepada My London.

"Dan bukan hanya gadis Muslim tetapi gadis pada umumnya," ia menambahkan.

"Ada banyak sekali peran wanita dalam olahraga, tetapi dengan menciptakan skuad dan mengembangkan keterampilan serta membantu mereka menjadi sebaik mungkin, itu dapat mendorong gadis-gadis lain untuk melakukan hal yang sama,"

"Ada pula komunitas Afghanistan yang besar di London Barat dan Feltham khususnya," Alice menegaskan.

Dengan peluncuran tim sepak bola khusus wanita tersebut, asosiasi berharap gadis-gadis muda di masyarakat mengembangkan keterampilan dalam olahraga dan juga bertemu keluarga Afghanistan dan Muslim lainnya di sekitar London Barat.

"Gadis-gadis itu sangat menikmatinya dan orang tuanya sangat mendukung mereka," kata Alice.

instagram embed

Alice manambahkan, antusias orang tua terlihat saat mereka mengantarkan anaknya ke lapangan hijau untuk berlatih. Wanita 24 tahun itu juga mengharapkan skuad Abresham FC dapat bermain di liga yang menjadi mimpi utama dia dan para punggawanya.

Dilansir dari situs resmi Abresham FC, klub sepak bola itu ingin meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental, serta memberikan pelajaran kepada para gadis tentang keterampilan komunikasi dan sosial, memperoleh keterampilan hidup, dan menjalin pershabatan.

Bergabung dengan organisasi olahraga membantu menumbuhkan hubungan dengan masyarakat luas dan meningkatkan rasa saling memiliki. Oleh karena itu, Abresham Girls memfasilitasi ruang bagi gadis Afghanistan dan Muslim untuk berpartisipasi dalam olahraga dan memberikan manfaat untuk hidup secara sosial.

Wanita Muslim di seluruh dunia menentang hambatan budaya dan stereotip untuk bersaing dan unggul dalam bidang olahraga, seperti dalam sepak bola, anggar, angkat besi, bola basket, hoki es, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2016, setidaknya 14 wanita Muslim tercatat meraih medali di perhelatan olahraga bergengsi di dunia, Olimpiade Rio. Atlet Muslimah tersebut termasuk pemain anggar asal Amerika Serikat, Ibtihaj Muhammad, yang juga merupakan wanita Muslim pertama yang mewakili Amerika Serikat di podium.

Namun, olahraga lain terus mengalami diskriminasi terhadap wanita Muslim berhijab. Sebut saja atlet judo Indonesia Miftahul Jannah yang enggan melepas jilbabnya saat pertandingan di ajang Asian Para Games 2018. Khasus Miftahul sempat menjadi perbincangan publik di dalam negeri.

instagram embed