Konten dari Pengguna

Plus dan Minus Pendidikan Jarak Jauh

Hilda Salamah

Hilda Salamah

Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Kesehatan Masyarakat

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hilda Salamah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pendidikan Jarak Jauh. Sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pendidikan Jarak Jauh. Sumber: pixabay.com

Sudah hampir 1 tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia, pandemi ini telah mengubah kehidupan dalam banyak hal, seperti dalam berinteraksi, kini kita dianjurkan untuk selalu menjaga jarak dan memakai masker. Pemerintah juga telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Salah satunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan di berbagai daerah. Selain itu, pandemi Covid-19 pun berdampak pada segala sektor, salah satunya pendidikan.

Dampak Covid-19 pada pendidikan dapat dilihat dari dilaksanakannya Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) pada setiap jenjang pendidikan. Berdasarkan Undang-Undang Perguruan Tinggi nomer 12 tahun 2012, pasal 31 tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), menjelaskan bahwa PJJ merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. Hal ini bertujuan untuk melindungi para peserta didik supaya terhindar dari penularan Covid-19. Penerapan sistem belajar ini dianggap sebagai solusi yang efektif untuk menggantikan sistem belajar tatap muka di kondisi sekarang. Meskipun sudah ada kebijakan new normal, tetapi masih banyak institusi pendidikan yang masih menerapkan sistem ini karena melihat angka kasus covid-19 yang kian bertambah. Namun, pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran via daring ini, mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri karena untuk sebagian orang hal ini memang bukan suatu masalah, tetapi untuk sebagian lainnya, hal ini merupakan sesuatu yang baru.

Kelebihan dan Kekurangan Pendidikan Jarak Jauh

Kelebihan atau keuntungan yang dapat dirasakan adalah:

  • Pembelajaran lebih mudah diakses karena dilakukan secara daring, cukup menggunakan laptop atau smartphone pembelajaran bisa langsung diakses di mana pun dan kapan pun.

  • Waktu belajar yang lebih fleksibel, karena di rumah saja, waktu yang dimiliki menjadi lebih luang sehingga dapat mereview materi pembelajaran ataupun mengeksplor dan mempelajari hal baru.

  • Merekam penjelasan dari pengajar, peserta didik dapat merekam materi yang diajarkan guru ataupun dosen saat berlangsungnya proses belajar mengjar sehingga dapat diulang untuk dipelajari kembali.

  • Sumber pembelajaran yang mudah diakses, biasanya buku menjadi sumber belajar yang selalu digunakan, tetapi karena keadaan seperti sekarang pelajar belum bisa berkunjung ke perpustakaan. Walau begitu, kini sumber belajar seperti jurnal-jurnal ataupun e-book dapat dengan mudah didapatkan di internet.

  • Menghemat biaya, untuk para pelajar yang terbiasa pulang pergi dengan jarak rumah ke kampus atau sekolah yang jauh dapat menghemat biaya dan juga waktu karena tidak perlu mengeluarkan ongkos lebih dan tidak perlu khawatir terlambat.

Dari beberapa kelebihan tersebut, ada pula kekurangan dari sistem belajar mengajar ini. Kekurangan dalam pelaksanaan PJJ ini banyak dirasakan oleh para pelajar. Kekurangan dari PJJ ini dapat terjadi dikarenakan latar belakang ekonomi ataupun perbedaan yang dirasa tidak sebanding dengan pembelajaran tatap muka. Lantas, apa saja yang menjadi hambatan atau kekurangan dari dilaksanakannya PJJ?

  • Kendala dalam sinyal, tidak semua daerah mempunyai jaringan internet yang stabil dan beberapa daerah di Indonesia masih ada yang belum terjangkau akses internet. Sehingga untuk beberapa orang kesulitan untuk mengaksesnya dan tak jarang ketika melakukan pertemuan via daring sering kali menjadi terputus-putus karena kendala sinyal.

  • Sarana dan prasarana yang kurang memadai, keadaan ekonomi setiap orang tidak dapat disamaratakan, ada beberapa peserta didik yang bahkan tidak mempunyai sarana dan prasarana yang menunjang terlaksananya PJJ, seperti laptop atau gawai dan kuota yang mencukupi.

  • banyaknya tugas yang diberikan oleh para pengajar, tugas-tugas yang diberikan ini dirasa sangat membebani, sehingga banyak siswa ataupun mahasiswa yang mengeluhkan hal ini, tugas kelompok pun menjadi sebuah tantangan untuk dilakukan karena tidak bisa berdikusi dengan teman-temannya secara langsung.

  • Pemahaman terhadap materi yang disampaikan oleh pengajar pun belum tentu dapat terserap dengan baik oleh semua peserta didik. Entah itu karena kendala sinyal yang tidak stabil saat guru atau dosen menjelaskan sehingga penjelasan tidak sepenuhnya terdengar ataupun keadaan rumah yang memang kurang mendukung untuk melakukan kegiatan belajar.

  • Rasa jenuh dan bosan, para pelajar pun merasa jenuh dan bosan karena tidak dapat bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan teman-temannya. Terlebih lagi bagi para siswa kelas 1 jenjang sekolah dasar hingga menengah atas dan mahasiswa baru yang harus berkenalan dengan kawan-kawan barunya via daring.

Meski terdapat kelebihan dan kekurangan dari sitem PJJ di tengah pandemi seperti sekarang, hal ini tidak boleh menjadi suatu penghalang untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Karena walau bagaimanapun pendidikan tidak boleh dihentikan. Diharapkan juga, di kondisi seperti ini, semua orang dapat selalu mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan di keadaan pandemi seperti ini, supaya pandemi covid-19 dapat segera berakhir dan kehidupan dapat kembali seperti semula.

Sumber:

PENS. Dasar Hukum PJJ. https://pjj.pens.ac.id/index.php/dasar-hukum/. Diakses 14 November 2020.