Cerita Korban Banjir di Sungai Purun Kecil, Kalbar, 4 Hari Mengungsi ke Sekolah

Hi!Mempawah - Hampir sepekan, Desa Sungai Purun Kecil Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalbar, terendam banjir. Kondisi banjir semakin parah sejak, Kamis (3/9).
Hujan deras dengan air pasang yang melanda wilayah setempat membuat ketinggian air semakin naik. Warga setempat pun harus mengungsi.
Satu di antara warga yang mengungsi akibat banjir tersebut adalah Anis. Ibu rumah tangga ini bersama keluarganya sudah 4 hari mengungsi ke SMP Negeri 2 Sungai Pinyuh.
"Dari Kamis saya di sini. Jadi, sekitar 4 hari lah. Dan saya termasuk orang yang pertama mengungsi di sekolah ini," kata Anis diwawancarai Hi!Pontianak, Senin (7/9).
Ketinggian air yang semakin meningkat mengharuskan Anis bersama keluarganya mengungsi, Kamis (3/9) malam. "Sekitar jam 22.00 WIB, lah airnya semakin naik. Saya pun menghubungi Paman untuk menumpang tinggal di rumahnya. Ternyata rumah paman juga banjir," ungkapnya.
Dibantu Bhabinkamtibmas serta Kepala Desa Sungai Purun Kecil yang sedang patroli, akhirnya Anis dievakuasi di SMP Negeri 2 Sungai Pinyuh, tak jauh dari tempat tinggalnya.
"Jadi kami diarahkan ke Sekolah ini. Sekitar jam 24.00 WIB lah baru benar-benar bisa istirahat karena harus mengemas ruangan kelasnya terlebih dahulu. Termasuk membawa Kakek saya yang sudah tidak bisa berjalan lagi," beber Anis.
Anis menambahkan, SMP Negeri 2 Sungai Pinyuh sudah dijadikan salah satu posko pengungsian korban banjir. Setiap harinya, jumlah warga yang mengungsi semakin bertambah. Jumlahnya sudah mencapai 120-an warga.
"Karena ketinggian air belum juga turun dan justru malah naik karena air pasang. Sehingga warga yang sebelumnya masih memilih bertahan, akhirnya harus mengungsi juga," ucapnya.
"Kondisi ini membuat kami tidak bisa beraktivitas dan bekerja. Alhamdulillah ada bantuan dari desa, pemda dan juga relawan lainnya. Semoga saja banjir ini cepat berlalu dan kami bisa beraktivitas normal seperti biasanya," pungkas Anis.
